Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Harga sejumlah jenis ikan di Pasar Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Pedagang ikan di Pasar Gadingrejo, M. Iqbal menilai, kenaikan ini dipengaruhi kondisi laut yang membuat pasokan ikan tidak selalu stabil.
Iqbal mengatakan, harga beberapa jenis ikan saat ini memang mengalami peningkatan dibandingkan biasanya.
“Macam-macam, tergantung jenis ikannya. Misalnya ikan tongkol yang tadinya sekitar Rp 25 ribu, sekarang naik jadi Rp 32 ribu,” kata Iqbal kepada Tribun Lampung, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi kondisi gelombang laut yang cukup besar sehingga memengaruhi hasil tangkapan nelayan.
Baca Juga Harga Gas Elpiji 3 Kg di Pesawaran Masih Stabil di Kisaran Rp 20 Ribu per Tabung
“Karena lautnya kadang gelombangnya besar, jadi pasokan agak kosong. Itu yang bikin harga naik,” ujarnya.
Tak hanya tongkol, beberapa jenis ikan lainnya juga mengalami kenaikan harga.
Iqbal mencontohkan ikan selar yang sebelumnya dijual sekitar Rp 15 ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp 21 ribu.
“Ada juga yang dari Rp15 ribu naik jadi Rp 22 ribu,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Iqbal mengatakan pasokan ikan yang dijualnya berasal dari beberapa wilayah perairan di sekitar Lampung.
“Kalau untuk stok, kami ambil dari Teluk Betung dan beberapa daerah sekitar Bandar Lampung,” terangnya.
Ia menambahkan, menjelang Ramadan hingga Lebaran biasanya permintaan ikan dari masyarakat meningkat.
Namun kondisi tahun ini sedikit berbeda karena harga sudah lebih dulu mengalami kenaikan.
Meski demikian, sejumlah warga tetap berharap ketersediaan ikan di pasar tetap terjaga dan harganya tidak terus meningkat.
Seorang warga Gadingrejo, Utami mengaku keluarganya cukup sering mengonsumsi ikan untuk menu sehari-hari, terutama saat sahur dan makan malam.
“Dalam seminggu biasanya saya stok ikan tongkol, ikan kerisi, sama lele buat sahur dan makan malam,” ujarnya.
Ia berharap pasokan ikan di pasar tetap tersedia dengan wajar sehingga harga tidak melonjak terlalu tinggi.
“Semoga stok ikan tetap ada dan jangan sampai naik lagi harganya, karena keluarga saya memang pecinta ikan,” katanya.
Di samping itu, Utami menilai tempat tinggalnya tidak susah untuk mendapatkan ikan karena selain di pasar ada pengecer ikan yang berjualan menggunakan motor di jam-jam pagi hari.
“Kalau stoknya saya yakin pasti ada, tapi harganya naik itu yang bikin was-was,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)