Aksesibilitas Jalur Darat Terus Dipacu, Iwan Sebut Kini Separuh Jalan di Tana Tidung Beraspal
Junisah March 07, 2026 03:48 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Konektivitas wilayah melalui jalur darat dan jaringan komunikasi menjadi kunci utama penggerak ekonomi di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara. Kini infrastruktur yang memadai mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lima kecamatan.

Berdasarkan data statistik terbaru yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Tana Tidung, wajah transportasi dan komunikasi di Kabupaten Tana Tidung menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada kualitas permukaan jalan dan digitalisasi daerah.

Kepala BPS Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan atau yang akrab disapa Iwan, membeberkan hingga tahun 2024, total panjang jalan di Kabupaten Tana Tidung tercatat sepanjang 324,37 kilometer.

“Dari total panjang jalan tersebut, kabar baiknya adalah lebih dari separuh atau sekitar 180,88 kilometer sudah beraspal. Jika dipersentasekan, itu setara dengan 55,76 persen dari keseluruhan jalan kita,” ujar Iwan kepada TribunKaltara.com, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: ‎Infrastruktur Jalan Jadi Kunci Pemerataan Distribusi BBM Daerah Terluar Malinau

Iwan merincikan, meskipun capaian aspal cukup tinggi, kondisi kemantapan jalan masih menjadi tantangan yang terus dibenahi. 

Data mencatat jalan dalam kondisi baik mencapai 94,78 kilometer dan kondisi sedang sepanjang 85,47 kilometer.

“Masih ada sekitar 9 kilometer jalan yang rusak dan 135,15 kilometer dalam kondisi rusak berat. Ini menjadi potret bagi pemangku kebijakan untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur agar distribusi barang dan mobilitas warga semakin lancar,” rincinya secara detail.

Hal tersebut menggambarkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan akses antar desa dan kecamatan semakin terbuka lebar.

Beralih ke sektor komunikasi, Iwan menyoroti pergeseran layanan pengiriman di masyarakat. 

Baca juga: Penampakan Terbaru Jalan Poros Trans Kaltara yang Amblas di Sekatak, Harus Cari Jalur Alternatif

Saat ini, jumlah kantor pos pembantu di Tana Tidung masih bertahan di angka 2 unit sejak tahun 2012.

“Jumlah kantor pos belum berubah karena volume pengiriman barang melalui jasa pos resmi cenderung terbatas. Selain itu, munculnya berbagai jasa pengiriman swasta kini menjadi tantangan tersendiri bagi Kantor Pos dalam bersaing di era digital,” jelasnya.

Menariknya, meskipun layanan pos konvensional melambat, kontribusi sektor informasi dan komunikasi terhadap ekonomi daerah justru tumbuh positif. 

Secara nilai ekonomi (PDRB), sektor informasi dan komunikasi meningkat dari Rp 3,99 miliar di tahun 2024 menjadi Rp 4,33 miliar pada tahun 2025.

“Peningkatan nilai ekonomi di sektor informasi ini menandakan bahwa ketergantungan masyarakat Tana Tidung terhadap teknologi dan internet semakin tinggi. Ini adalah modal penting bagi percepatan digitalisasi di Bumi Upun Taka,” tuturnya.

Iwan berharap, dengan semakin baiknya kualitas jalan dan penguatan jaringan komunikasi, ketertinggalan wilayah-wilayah terpencil dapat segera teratasi.

“Kami di BPS menyajikan data ini sebagai cermin pembangunan. Jika konektivitas darat sudah mencapai 55 persen aspal dan ekonomi digital terus naik, kami optimistis kesejahteraan masyarakat Tana Tidung akan ikut terangkat,” pungkasnya.

(*)

Penulis :  Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.