Menkeu Purbaya Potensi Pangkas Anggaran MBG, Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global
Ilham Fazrir Harahap March 07, 2026 04:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah membuka lakukan efisiensi pada sejumlah komponen belanja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu dilakukan apabila tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) meningkat akibat lonjakan harga minyak dunia.

Lonjakan harga minyak dunia berpotensi menimbulkan tekanan baru terhadap keuangan negara.

Pemerintah pun mulai menyiapkan berbagai skenario penyesuaian agar stabilitas fiskal tetap terjaga.

Menurut Purbaya, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga minyak global.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Tembus 93 Dollar AS per Barel, Lebih Tinggi dari Skenario Menkeu Purbaya

Salah satu skenario yang dihitung adalah apabila harga minyak mencapai sekitar 92 dollar AS per barel sepanjang tahun.

Dalam kondisi tersebut, tekanan terhadap anggaran negara berpotensi meningkat apabila tidak ada langkah penyesuaian.

“Kita sudah exercise sampai kalau harga minyak naik ke 92 dollar AS, apa dampaknya ke defisit. Kalau tidak melakukan apa-apa, defisit bisa naik ke sekitar 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata Purbaya saat acara buka bersama di kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Bassist God Bless Meninggal Dunia, Donny Fattah Idap 3 Penyakit Serius, Sempat Tak Prima Ikut Konser

Pemerintah Upayakan Defisit Tetap di Bawah Batas

Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga agar defisit APBN tetap berada dalam batas aman yang diatur undang-undang, yakni maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah melakukan efisiensi pada beberapa pos belanja pemerintah, termasuk pada komponen tertentu dalam program MBG.

Namun, ia menegaskan bahwa efisiensi tidak akan menyentuh komponen utama program tersebut, yakni penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

“Yang untuk makanan tidak kita ganggu, karena itu memang inti programnya,” katanya.

Baca juga: JOHN Herdman Sudah Punya 2 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Baru, Exco PSSI: Dari Eropa

Pengeluaran Pendukung Berpotensi Dievaluasi

Purbaya menjelaskan bahwa efisiensi yang dimaksud kemungkinan akan menyasar pengeluaran yang bersifat pendukung dan tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan.

Contohnya adalah pengadaan perlengkapan tambahan atau fasilitas lain yang tidak berkaitan langsung dengan distribusi makanan bagi penerima program.

Selain program MBG, pemerintah juga membuka kemungkinan melakukan penyesuaian pada belanja kementerian atau proyek pembangunan tertentu apabila tekanan terhadap APBN semakin meningkat.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fiskal negara.

Pemerintah Pernah Hadapi Harga Minyak Tinggi

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak global di masa lalu.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah melalui periode ketika harga minyak dunia melonjak hingga sekitar 150 dollar AS per barel.

Meski kondisi tersebut sempat memperlambat pertumbuhan ekonomi, dampaknya dinilai tidak sampai menjatuhkan perekonomian nasional.

“Waktu itu ekonomi memang melambat, tapi tidak jatuh. Kita punya pengalaman mengatasi situasi seperti itu,” ujarnya.

Opsi Kebijakan Lain Tetap Terbuka

Dalam kondisi tertentu, pemerintah juga dapat mempertimbangkan berbagai langkah kebijakan tambahan untuk menjaga stabilitas fiskal.

Salah satu opsi yang mungkin ditempuh adalah skema berbagi beban dengan masyarakat apabila tekanan terhadap anggaran negara menjadi sangat besar.

Namun Purbaya menegaskan bahwa semua skenario tersebut masih bersifat simulasi dan belum menjadi keputusan final.

Pemerintah, kata dia, akan terlebih dahulu mengutamakan langkah-langkah penyesuaian belanja agar defisit APBN tetap terkendali tanpa mengganggu program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat.

(Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.