Personel TNI-Polri Siaga di Sejumlah Titik Rawan di Pulau Adonara Pasca Bentrok
Nofri Fuka March 07, 2026 03:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Aparat TNI dan Polri disiagakan di sejumlah titik rawan di wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul bentrok antarwarga yang terjadi pada Jumat (6/3/2026).

Insiden tersebut melibatkan warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina. Konflik dipicu oleh perbedaan persepsi terkait rencana pemanfaatan lahan di wilayah perbatasan kedua desa.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengatakan pihak kepolisian segera turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah konflik meluas.

“Personel Polres Flores Timur bersama Polsek Adonara Timur langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian serta melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif,” ujar Adhitya, Sabtu (7/3/2026).

 

Baca juga: Bentrok Antar Kampung di Adonara Flores Timur, Warga Saling Lempar Bom Rakitan

 

 

Menurutnya, langkah pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan guna mencegah pergerakan massa dari kedua kelompok yang bertikai.

Selain pengamanan, aparat juga melakukan komunikasi intensif dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa untuk meredam ketegangan.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui musyawarah,” jelasnya.

Himbauan Kapolres Flores Timur

Kapolres mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Ia juga meminta warga mempercayakan penyelesaian masalah kepada aparat dan pemerintah daerah melalui jalur dialog.

“Kami mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Percayakan penyelesaian persoalan ini kepada aparat dan pemerintah daerah melalui dialog dan musyawarah,” tegasnya.

Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah berkomitmen terus memfasilitasi dialog antara kedua pihak agar konflik dapat diselesaikan secara damai dan situasi keamanan di Adonara Timur tetap kondusif. 

Warga Saling Lempar Bom

Konflik ini memanas hingga terjadi lemparan bom rakitan dan penggunaan senjata api rakitan oleh warga yang bertikai.

Bentrok antar Warga Lewonara dan Bele tersebut mengakibatkan 8 rumah dan sejumlah tempat usaha rusak, termasuk 2 gudang kopra, 1 tempat cuci motor, 1 kios serta 1 kos-kosan dengan 6 kamar. 

Lima warga mengalami luka tembak; tiga warga Desa Narasaosina menderita luka ringan dan telah dipulangkan setelah perawatan di Rumah Sakit Pratama, sementara dua warga, Jumadin Saputra (27) dan Mansyur Ola (39), dirujuk ke RSUD Larantuka karena luka lebih serius.

Polda NTT menurunkan satu peleton pasukan Brimob Kompi 1 Batalyon B Pelopor dari Maumere untuk membantu mengamankan situasi pasca-konflik.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur kini tengah melakukan upaya mediasi yang melibatkan Wakil Bupati, Forkopimda, Ketua DPRD, Dandim, Wakapolres, Forkopincam dan Kesbangpol. 

Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, mengatakan mediasi telah dilakukan Sabtu (7/3/2026), namun hingga kini belum ada hasil resmi yang diumumkan untuk menyelesaikan konflik antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan warga Desa Narasaosina. (awk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.