Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Kondisi atmosfer yang dinilai masih cukup dinamis diperkirakan dapat memicu terjadinya hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai kilat, petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di berbagai wilayah di Jawa Barat.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor meteorologis yang terjadi secara bersamaan.
Baca juga: Polres Indramayu Petakan Titik Rawan Macet di Jalur Mudik dan Siapkan Langkah Antisipasinya
“Dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer yang diprakirakan masih mendukung peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat,” ujar Ayu, saat dihubungi, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia yang relatif hangat.
Suhu laut yang lebih tinggi berkontribusi terhadap peningkatan penguapan air laut sehingga menambah pasokan uap air di atmosfer.
Selain itu, fenomena gelombang atmosfer Madden - Julian Oscillation atau MJO juga diprediksi masih aktif. Aktivitas MJO, kata Ayu dapat memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.
“Fenomena gelombang atmosfer Madden–Julian Oscillation diprediksi masih aktif, serta aktifnya gelombang Low Frequency yang memberikan kontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” kata Ayu.
Tidak hanya itu, potensi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat juga turut memicu pembentukan awan hujan.
Kondisi tersebut diperkuat oleh tingkat labilitas atmosfer yang berada pada kategori ringan hingga kuat.
Menurut Ayu, kombinasi berbagai faktor tersebut secara keseluruhan mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di sejumlah wilayah di Jawa Barat.
“Semua faktor tersebut mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di wilayah Jawa Barat,” jelasnya.
Berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional, hingga lokal, serta luaran model cuaca probabilistik maupun deterministik dan analisis data pengamatan, BMKG menyampaikan prospek cuaca mingguan untuk wilayah Provinsi Jawa Barat.
Di hari ini sejumlah daerah diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang dengan durasi relatif singkat.
Wilayah yang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, serta Kabupaten Pangandaran.
Sementara itu, potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga diprakirakan dapat terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten Garut.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Tasikmalaya.
Ayu mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang dinamis tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun siaga dengan mengenali potensi risiko di lingkungan masing-masing.
Selain itu, masyarakat diharapkan selalu memperbarui informasi cuaca serta mengikuti arahan maupun protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat merencanakan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, maupun udara, dengan selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, BMKG menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang menyajikan informasi cuaca sepanjang rute perjalanan.
Layanan tersebut dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun melalui laman signature.bmkg.go.id/dwt.
Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi cuaca terbaru, BMKG juga menyediakan berbagai kanal informasi resmi yang dapat diakses secara langsung, seperti situs cuaca.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg dan @bmkg_jawabarat, aplikasi InfoBMKG di perangkat iOS maupun Android, serta layanan Forecaster on Duty Stasiun Klimatologi Jawa Barat melalui WhatsApp.
Melalui berbagai layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat terus memantau perkembangan kondisi cuaca sehingga dapat mengambil langkah antisipasi secara lebih dini.