Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo ingin menghadirkan ruang untuk semua keyakinan agar bisa mengekspresikan dan merayakan hari besar keagamaannya di ibu kota.
Salah satunya adalah dengan mengadakan gelaran Pawai Ogoh-Ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi yang akan digelar Minggu (8/3) di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
“Memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini,” kata Pramono saat dijumpai di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu.
Pramono mengatakan, untuk pertama kalinya kawasan Bundaran HI akan dipasang penjor. Adapun penjor merupakan sebuah bambu tinggi melengkung yang dihias janur, hasil bumi, dan kain (putih/kuning).
Penjor diketahui merupakan simbol gunung suci (Gunung Agung) dan naga (naga Basuki/Taksaka/Ananta Bhoga) sebagai perwujudan rasa syukur atas kesejahteraan dan kemakmuran.
Dengan diadakannya acara ini di Jakarta, Pramono ingin menunjukkan bahwa kota ini merupakan tempat yang menghargai keberagaman.
“Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita,” ujar Pramono.
Adapun gelaran Pawai Ogoh-Ogoh akan dimulai pukul 06.30 sampai 09.00 WIB. Rute yang akan dilewati meliputi Pintu Barat Daya Monas, menyusuri Jalan MH Thamrin, hingga kembali lagi.
Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati memaparkan panitia nantinya akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan terbagi dalam empat klaster utama yakni kegiatan keagamaan (Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi, Ngembak Geni).
Lalu kegiatan sosial dan kemasyarakatan, festival budaya dan pendidikan, termasuk parade ogoh-ogoh dan Dharma Santi sebagai silaturahmi pasca-Nyepi.
Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan lokasi yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Melasti dijadwalkan pada 15 Maret 2026 di Pura Segara, Jakarta Utara, dan dihadiri umat Hindu se-DKI Jakarta. Sementara, Tawur Agung dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun.
Selain itu, panitia juga mengadakan kegiatan sosial dan budaya, seperti:
• Bakti sosial, donor darah, dan pengobatan gratis
• Seminar literasi keuangan dan UMKM
• Festival budaya dan parade Ogoh-ogoh di ruang publik
• Mendukung citra Jakarta sebagai kota toleran dan berbudaya.







