Perang Iran-Israel-AS dan Selat Hormuz Ditutup Picu Panic Buying, Warga Malang Antre Beli BBM
Januar March 07, 2026 01:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Purwanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, mulai menimbulkan kekhawatiran di tingkat akar rumput khususnya di Kota Malang.

Sejumlah Warga mulai mewaspadai dampak ekonomi global, terutama terkait penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital pasokan minyak dunia.

Erni, salah satu warga Kota Malang, mengungkapkan bahwa informasi mengenai potensi kenaikan harga BBM akibat konflik internasional ini sudah ramai diperbincangkan di media sosial.

"Sebenarnya waswas banget. Saya sudah mendengar tentang adanya perang ya, dan ini sangat berpengaruh banget," terang Erni saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Jalan Langsep, Kota Malang, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Cara Pemkot Kediri Cegah Panic Buying, Gelar Operasi Pasar Murni, Minyak Goreng Rp 15 Ribu Per Liter

Erni bilang jika saat isi BBM dirinya selalu mengisi penuh tangkinya.

Tidak hanya itu, semua kendaraan dirumahnya juga diisi penuh ketika hendak keluar rumah.

"Kalau saya selalu isi full tank. Dirumah juga ada motor dan mobil, kalau keluar kita isi penuh," katanya.

Isu kenaikan harga ini bukan yang pertama kali, Erni mengaku jika isu ini pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya sehingga memicu warga untuk lebih siaga melakukan stok BBM di kendaraan.

"Kalau isu ini kan dulu juga pernah ada, sehingga banyak warga yang siaga mengisi kendaraanya kan dengan antrean kayak dulu," jelas Erni.

Jenis BBM non-subsidi seperti Pertamax tetap menjadi pilihan utama bagi Erni.

Namun, mengingat harganya yang mengikuti mekanisme pasar dunia, pengguna Pertamax merasa paling rentan terhadap dampak langsung dari konflik di Timur Tengah.

"Ekonomi kita kan juga semuanya harga naik ya, apalagi benar-benar kebutuhan buat kerja," pungkas Erni.

Erni berharap agar ketegangan global di Timur Tengah segera mereda agar kebutuhan dapat stabil.

"Ya kami berharap ketegangan global segera mereda agar stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga," pungkasnya.

Ketegangan yang melibatkan kekuatan besar Amerika Serikat dan Iran memicu spekulasi akan terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Jika jalur ini terhambat, harga minyak mentah dunia diprediksi akan melonjak tajam, yang secara otomatis akan menekan harga jual BBM di dalam negeri, termasuk di wilayah Jawa Timur.

Sementara itu dalam rilis resminya beberapa waktu lalu, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut cadangan BBM di Indonesia cukup untuk 20 hari pasca penutupan Selat Hormuz.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.