TribunBatam.id, Batam – Hingga Sabtu pagi (7/3), tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian terhadap satu korban yang hilang akibat insiden kapal terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam.
Sejak semalam, sejumlah personel penyelamat bahkan bertahan di lokasi kejadian, galanhan kapal untuk memaksimalkan proses pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring mengatakan saampai pagi ini, tim gabungan masih berada dilokasi dan melakukan pencarian.
Dalam operasi SAR hari ini, tim dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, antara lain satu unit Rubber Boat bermesin tempel, drone thermal untuk pemantauan dari udara, set alat komunikasi, responder bag dan alat selam serta peralatan evakuasi.
"Tim penyelam terkendala kondisi dibawah laut, minyak cukup banyak. Rencana jam 1 siang ini kapal akan kita angkat. Ini masih menunggu," ungkapnya.
Dilaporkan. Peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi pada Jumat (6/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu kapal tengah melakukan proses penarikan terhadap kapal kargo Kyparissia di kawasan perairan industri galangan kapal tersebut. Dalam proses penarikan itu, kapal dilaporkan terbalik sehingga menyebabkan para awak di dalamnya menjadi korban.
Baca juga: Tiga Jenazah Kru Tugboat Terbalik di ASL Batam Dipulangkan ke Rumah Duka Dini Hari
Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang menerima laporan kejadian pada pukul 17.57 WIB. Berdasarkan laporan awal, terdapat lima orang yang berada di dalam kapal saat insiden terjadi.
Dari total lima orang di atas kapal (Person On Board/POB), tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Mutiara Aini Batam. Satu orang berhasil selamat, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Berikut rincian data korban:
1. M. Habib Ansyari (ABK) – Selamat
2. Abdul Rahman (Kapten) – Meninggal Dunia
3. Guntur Pardede (Chief) – Meninggal Dunia
4. Jhonson Bertuahman Damanik (KKM) – Meninggal Dunia
5. Yusuf Tankin (Second Engineer) – Dalam Pencarian
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Batam langsung mengerahkan lima personel tim rescue menuju lokasi kejadian pada pukul 18.05 WIB menggunakan kendaraan operasional. Tim tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) sekitar pukul 19.05 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah pihak, di antaranya VTS Batam, Polairud Polda Kepri, serta pihak PT ASL Batam. Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal untuk menemukan korban yang masih hilang. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)