SURYA.co.id, BONDOWOSO - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Jumat (6/3/2026) malam memicu tanah longsor di tiga desa Kecamatan Klabang.
Akibat pipa saluran patah, warga Pedukuhan Krajan kini mengalami krisis air bersih karena pasokan utama ke rumah-rumah terhenti sementara.
Baca juga: Kondisi Terkini Lokasi Longsor KM 16 Trenggalek Ponorogo, Basarnas: Tekstur Tanah Mirip Lumpur
Padahal, pipa tersebut merupakan akses utama penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga.
"Rata-rata satu dusun dihuni sekitar 500 orang, kurang lebih seperti itu. Jumlah KKnya tak tahu pasti," jelas Camat Klabang, Denny Indra Pratama kepada SURYA.co.id, Sabtu (7/3/2026).
Ia menerangkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun, akses jalan warga hingga kebutuhan air bersih menjadi dampak utama yang kini dirasakan masyarakat.
Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, turun langsung melakukan asesmen bersama Kepala BSBK, Anshori.
Kristianto menegaskan, longsor di Desa Wonoboyo, pihaknya akan segera melakukan penanganan darurat dengan pembuatan konstruksi bronjong.
Tujuannya adalah untuk menahan badan jalan yang menjadi akses utama masyarakat.
"Untuk kawatnya (disediakan) dari BSBK dan BPBD," terangnya.
Sementara itu di Desa Besuk, Kristianto menyebutkan penanganan tidak bisa dilakukan secara darurat melainkan harus permanen.
Saat ini, teknis penanganannya sedang dikaji lebih mendalam oleh Dinas BSBK.
Meski demikian, warga diminta tetap berhati-hati jika hendak melintas.
Pihak BPBD telah memasang rambu-rambu garis polisi (safety line) serta memberlakukan pembatasan jenis kendaraan yang diperbolehkan lewat.
Untuk longsor di Desa Karanganyar, proses asesmen masih berlangsung.
Pihaknya masih perlu meninjau langsung titik sumber air dan tingkat kerusakannya.
Hasil asesmen tersebut nantinya dilaporkan kepada Bupati untuk pengambilan kebijakan lebih lanjut.
"Apakah ada alternatif sumber air yang lain, nanti akan kita dalami lagi dan segera lapor ke pimpinan," pungkasnya.