Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangestu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso menyebabkan tanah longsor di tiga desa berbeda di Kecamatan Klabang pada Jumat (6/3/2026) malam.
Tanah longsor terjadi di jembatan Desa Wonoboyo yang bagian fondasi bawahnya tergerus. Selain itu, longsor juga terjadi di jalan lingkungan Desa Besuk yang mengakibatkan separuh badan jalan ambrol.
Kondisi serupa terjadi di Dusun Lucu, Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang. Menurut Camat Klabang, Denny Indra Pratama, longsor di Desa Karanganyar menyebabkan batu besar menimpa pipa air di bagian hulu. Hal ini mengakibatkan sejumlah pipa saluran patah dan hancur tertimpa batu.
Akibatnya, masyarakat khususnya di Pedukuhan Krajan mengalami krisis air bersih untuk sementara waktu. Pipa tersebut merupakan akses utama penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga.
Baca juga: Robek Baju Sendiri untuk Yakinkan Polisi, Pria di Bondowoso Ngaku Dibegal Demi Hindari Tagihan
"Rata-rata satu dusun dihuni sekitar 500 orang, kurang lebih seperti itu. Jumlah KKnya tak tahu pasti," jelas Denny.
Ia menerangkan bahwa dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, akses jalan warga hingga kebutuhan air bersih menjadi dampak utama yang kini dirasakan masyarakat.
Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, turun langsung melakukan asesmen bersama Kepala BSBK, Anshori.
Kristianto menegaskan bahwa untuk longsor di Desa Wonoboyo, pihaknya akan segera melakukan penanganan darurat dengan pembuatan konstruksi bronjong. Tujuannya adalah untuk menahan badan jalan yang menjadi akses utama masyarakat.
"Untuk kawatnya (disediakan) dari BSBK dan BPBD," terangnya.
Baca juga: Panik Stok BBM Disebut Sisa 26 Hari, Warga Bondowoso Serbu SPBU hingga Antrean Mengular
Sementara itu di Desa Besuk, Kristianto menyebutkan penanganan tidak bisa dilakukan secara darurat melainkan harus permanen. Saat ini, teknis penanganannya sedang dikaji lebih mendalam oleh Dinas BSBK.
Meski demikian, warga diminta tetap berhati-hati jika hendak melintas. Pihak BPBD telah memasang rambu-rambu garis polisi (safety line) serta memberlakukan pembatasan jenis kendaraan yang diperbolehkan lewat.
Untuk longsor di Desa Karanganyar, proses asesmen masih berlangsung. Pihaknya masih perlu meninjau langsung titik sumber air dan tingkat kerusakannya. Hasil asesmen tersebut nantinya dilaporkan kepada Bupati untuk pengambilan kebijakan lebih lanjut.
"Apakah ada alternatif sumber air yang lain, nanti akan kita dalami lagi dan segera lapor ke pimpinan," pungkasnya.