TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meradang mendengar pengakuan Cucun (50), adik dari Minta (56) pria yang tewas dianiaya karena mencuri dua buah labu siam di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Cianjur.
Kepada Dedi Mulyadi, Cucun menyebut melihat Minta dianiaya oleh penjaga kebun, Ujang Ahmad (40).
Namun kala itu, Cucun memilih diam.
"Takutnya, saya dianggap sabotase," kata Cucun.
Mendengar pengakuan Cucun, Dedi Mulyadi terlihat memukul meja yang ada di depannya.
Ia merasa heran mengapa Cucun tidak memiliki naluri untuk melindungi kakaknya sendiri.
"Ah reflek atuh, masa saudara digebukin diam aja!" ucap Dedi Mulyadi.
"Takut Pak, saya takut," jawab Cucun.
"Mohon maaf ya ketika saudara digebukin ada naluri sebagai laki-laki, naluri sebagai saudara. Kenapa Bapak tidak membela?" cecar Dedi Mulyadi.
Sambil menunduk, Cucun menyampaikan permintaan maaf.
Tergambar penyesalan mandalam di wajah Cucun.
"Maaf saja pak, saya takut," kata Cucun pelan.
"Kalau bapak samperin, kan setidaknya dia berhenti pukulin, ada upaya setidaknya," jawab Dedi Mulyadi.
Cucun lalu mengaku sempat berupaya menghentikan Ujang, namun tak berhasil.
"Akhirnya saya lerai 'Uda jang, udah, jangan digebukin terus' terus Ujangnya jawab 'Saya belum puas'," kata Cucun.
Pada Sabtu (28/2/2025), ibunda Cucun dan Minta, yang kerap disapa Emak mengungkapkan keinginannya untuk berbuka puasa dengan sayur berkuah.
Permintaan itu disampaikan Emak kepada Minta.
Selama ini, Minta dan Emak hidup hanya berdua di rumah, sementara Cucun tinggal di sebelahnya.
Sebagai buruh serabutan, hari itu Minta sedang tak ada pekerjaan otomatis ia tak memiliki pemasukan sama sekali.
Meski begitu, mendengar permintaan Emak, Minta langsung keluar rumah dan melangkahkan kakinya ke kebun labu siam milik Pak RW.
Berusaha memenuhi keinginan Emak, Minta akhirnya nekat mencuri dua buah labu siam di kebun tersebut.
"Dia ngambil labu siam punya Pak RW, di kebunnya," ucap Cucun.
"Tujuanya ngambil labu siam itu untuk apa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Buat dimasak buka puasa, karena saat itu cuma ada nasi satu piring dan ikan asin, jadi ibu maunya yang berkuah," jawab Cucun.
Aksi Minta mencuri dua buah labu siam tersebut, ternyata terciduk penjaga kebun, Ujang Ahmad (41).
Sambil memegang dua buah labu siam hasil curian, Minta berlari sekuat tenaga.
Ujang Ahmad lalu mengejar Minta sampai ke depan rumah Minta.
Tanpa ampun, Ujang Ahmad memukul Minta berkali-kali.
Minta yang terpojok, tak bisa melawan. Ia berteriak meminta tolong berkali-kali.
Bukannya berhenti, Ujang Ahmad terus menganiaya Minta.
"Cucun lagi masak sekitar jam 5 sore, pas gitu denger teriakan 'Tolong!Tolong!' pas saya lihat Minta lagi ditinju terus-terusan sama Ujang Ahmad, dia pengurus kebunnya," kata Cucun.
"Minta enggak lawan sama sekali, Minta ditempelkan ditembok,dipukulin terus. Saat itu saya ada di sana," imbuhnya.
Minta lalu meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) siang, sehari setelah mengalami aksi kekerasan karena kedapatan mengambil dua buah labu siam dari kebun tersangka.
Kepala Polres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menyebut, hasil pemeriksaan luar menunjukkan dugaan kematian tidak wajar pada jenazah korban akibat tindak kekerasan.
“Tampak mata lebam, dan hampir sekujur tubuh korban membiru,” ujar Yurikho kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan awal tersebut dijadikan alat bukti dalam penyidikan.
Yurikho mengungkapkan bahwa jenazah korban telah diautopsi beberapa hari lalu di RSUD Sayang Cianjur, dan pihaknya masih menunggu hasil secara detail.
“Semoga keadilan dapat dirasakan oleh keluarga korban,” ujarnya usai menyantuni keluarga korban di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Cianjur.
Baca juga: Alasan Pria di Cianjur Nekat Curi Labu Siam, Ibunya yang Sudah Renta Minta Buka Puasa Pakai Sayur
Baca juga: Penganiaya Pencuri Labu Siam di Cianjur Jadi Tersangka, Istri Membela: Tak Sengaja Hilangkan Nyawa
Baca juga: Pencuri Labu Siam yang Tewas Dianiaya Hidup Berdua Ibunya yang Renta, Bupati Cianjur: Kami Hadir