Bupati Mas Dhito Dorong Pembentukan Kawasan Budidaya Peternakan, Atasi Kendala Lahan Ayam Petelur
Sri Wahyuni March 07, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Kabupaten Kediri dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ayam petelur terbesar di Jawa Timur.

Namun hingga saat ini para peternak layer masih menghadapi kendala dalam pengembangan usaha, khususnya terkait ketersediaan lahan untuk pembangunan kandang yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap pada periode kedua kepemimpinannya dapat menghadirkan solusi yang lebih komprehensif bagi para peternak ayam petelur di daerahnya.

Hal itu disampaikan Mas Dhito saat bertemu dengan jajaran pengurus dan anggota Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK), Jumat (6/3/2026) petang. 

"Kemarin dari DKPP mengajukan untuk melakukan kajian kawasan industri peternakan, ini bagus tapi mengapa tidak sekalian kawasan budidaya," kata Mas Dhito. 

Menurutnya, jika kawasan budidaya tersebut dapat direalisasikan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peternak ayam petelur saja.

Kawasan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor lain seperti perikanan air tawar maupun sektor pertanian.

Berdasarkan data per 6 Maret 2026, populasi ayam petelur di Kabupaten Kediri mencapai 7.569.539 ekor dengan total produksi telur sekitar 5.917.100 kilogram setiap bulan.

Baca juga: Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar Bentuk Satgas Pantau Pencairan THR

Jumlah produksi tersebut bahkan jauh melebihi kebutuhan telur masyarakat Kediri yang hanya sekitar 891.700 kilogram per bulan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Kabupaten Kediri memiliki surplus produksi telur yang cukup besar.

Dari sisi pelaku usaha, tercatat sekitar 60 peternak unggas skala besar beroperasi di Kabupaten Kediri.

Sementara untuk peternak skala kecil dan mikro jumlahnya mencapai sekitar 2.800 orang.

Keberadaan usaha peternakan ini juga memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan karena mampu menyerap tenaga kerja sekitar 1.000 hingga 1.200 orang.

"Anggota KPPUK saat ini sebarannya pasti masih tidak tersentralisasi, ini perlu nanti dijadikan satu kawasan dan 2026 ini dibuat kajiannya," tambah Mas Dhito.

Sementara itu, Ketua KPPUK Eko Sanjoyo menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri kepada para peternak.

Eko menilai, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), pemerintah daerah telah memberikan pendampingan yang cukup intensif kepada para peternak unggas di Kediri.

"Kami berharap KPPUK ini dapat terus bersinergi dan mendukung program-program pemerintah daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kediri secara luas," ucapnya.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.