5 Tradisi Unik Saat Ramadan di Berbagai Negara, Ada Bangunin Sahur-Ngabuburit
GH News March 07, 2026 08:10 PM
Jakarta -

Bulan Ramadan selalu hadir dengan suasana yang khas dan penuh makna. Masing-masing negara punya tradisi tersendiri dalam menyambut bulan suci.

Bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, Ramadan juga menjadi momen kebersamaan yang dirayakan dengan beragam tradisi unik di berbagai belahan dunia.

Setiap negara punya cara tersendiri dalam menyambut dan menjalani bulan suci ini, mulai dari tradisi membangunkan sahur hingga kegiatan ngabuburit menjelang berbuka.

Perbedaan budaya membuat Ramadan terasa semakin berwarna. Lalu, tradisi unik apa saja yang dilakukan masyarakat di berbagai negara saat Ramadan? Simak 5 tradisi unik saat Ramadan di berbagai negara:

1. Davulcu, Turki

Melansir informasi Khaleej Times, Sabtu (7/3/2026), di Turki, suasana Ramadan terasa semakin khas dengan hadirnya tradisi penabuh drum sahur yang sudah ada sejak masa Kekaisaran Ottoman.

Tradisi ini dikenal dengan sebutan davulcu, yakni para penabuh drum yang berkeliling kampung untuk membangunkan warga sahur. Setiap dini hari, lebih dari ribuan penabuh drum mengenakan pakaian tradisional Ottoman menyusuri jalanan sambil menabuh drum berkepala dua khas Turki.

2. Nafar, Maroko

Di tengah suasana hening menjelang fajar di Maroko, terdapat rombongan nafar dengan suara terompet tradisional yang terdengar memecah keheningan. Sosok utusan sahur ini bertugas untuk membangunkan sahur warga setempat.

Mengenakan pakaian khas tradisional, tradisi ini dipercaya telah ada sejak abad ketujuh dan terus dilestarikan hingga kini. Di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan alarm modern, tradisi meniup terompet untuk membangunkan sahur tetap bertahan.

3. Ngabuburit, Indonesia

Ngabuburit jadi kebiasaan umum masyarakat Indonesia untuk menunggu waktu iftar. Melansir detiknews, Sabtu (7/3), ngabuburit berasal dari bahasa Sunda yaitu singkatan dari kata ngalantung ngadagoan burit atau artinya bersantai sambil menunggu waktu sore.

Ngabuburit biasanya dilakukan pada sore hari sembari menunggu azan magrib pertanda waktu berbuka puasa. Saat ngabuburit, masyarakat biasanya jalan-jalan sore, duduk bersantai, hingga berburu takjil dan kuliner.

4. Mheibes, Irak

Suasana malam Ramadan di Irak tak berhenti hanya pada momen berbuka puasa. Setelah iftar, kaum pria berkumpul untuk memainkan permainan tradisional bernama Mheibes.

Mheibes dimainkan oleh dua kelompok besar yang saling berhadapan. Salah satu tim menyembunyikan sebuah cincin kecil di tangan salah satu anggotanya, sementara tim lawan harus menebak di tangan siapa cincin tersebut berada.

Permainan ini mengandalkan kecermatan, intuisi, dan kelicikan yang halus. Mheibes menjadi simbol kebersamaan dan tradisi sosial yang mempererat hubungan antarwarga selama bulan suci Ramadan di Irak.

5. Roza Kushai, Pakistan

Melansir Arab News, Rabu (25/2), Pakistan punya tradisi yang unik saat Ramadhan. Di Karachi, warga setempat punya tradisi merayakan puasa pertama untuk anak-anak.

Momen saat mereka menjalankan puasa Ramadan untuk pertama kali. Acara ini dirayakan dengan makanan istimewa, hadiah dari keluarga dan teman, serta kebanggaan karena berhasil menunaikan ibadah puasa selama sehari penuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.