Atlantis: Ketika Legenda Kota Tenggelam Menjelma Jadi Chopper
Joko Widiyarso March 07, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di dunia motor kustom, sebuah karya tidak hanya berbicara tentang mesin atau performa. Banyak builder justru memulai dari cerita, imajinasi, bahkan mitologi. 

Hal itu pula yang melatarbelakangi Danang, builder dari Green Custom Motorcycle, ketika merancang motor chopper bernama Atlantis.

Motor ini menjadi interpretasi visual tentang misteri dan keindahan dunia bawah laut yang selama ini hidup dalam legenda.

Ide awal Atlantis muncul dari ketertarikan Danang pada elemen air. Ia melihat laut bukan sekadar bentang alam, tetapi ruang yang menyimpan banyak cerita, mulai dari keindahan biota hingga mitos kota yang tenggelam.

“Awalnya saya ingin membuat karya yang mewakili elemen air. Ketika diperdalam, ternyata laut itu menyimpan banyak cerita tentang keindahan bawah laut. Karena itu saya memilih tema Atlantis, sebuah kota yang konon hanya mitos, lalu saya apresiasi dalam bentuk karya motor,” ujar Danang.

Tema tersebut paling jelas terlihat pada bagian tangki bahan bakar. Tangki dirancang dengan lekukan menyerupai ombak laut yang seolah menelan makhluk dasar laut. 

Garis garis tegas pada permukaan tangki memperkuat kesan gelombang yang menjadi latar utama visual motor ini.

Untuk menerjemahkan imajinasi tentang kedalaman laut tersebut, Danang juga bekerja sama dengan YB Autowork dan Kustompoin dalam proses pengerjaan detail artistiknya.

“Lekukan di tangki dibuat seperti ombak laut yang menelan makhluk dasar laut. Dari situ kita ingin memperlihatkan bahwa latarnya adalah lautan,” katanya.

Konsep laut tidak hanya muncul pada tangki. Beberapa komponen motor juga dibuat dengan bentuk yang terinspirasi dari makhluk laut. 

Knalpot, misalnya, dirancang menyerupai sirip atau ekor ikan. Stoplamp di bagian belakang juga dibuat menyerupai ikan yang hidup di dasar laut.

Sementara itu, stang motor diberi bentuk yang terinspirasi dari kilatan petir milik Zeus dalam mitologi Yunani.

Dari sisi teknis, Danang memilih basis mesin yang cukup unik untuk sebuah chopper, yakni mesin Harley-Davidson XR1200 engine.

Mesin ini sebenarnya dikenal sebagai basis motor street tracker, namun menurut Danang karakter performanya justru menarik untuk dijadikan fondasi proyek ini.

“Mesin yang saya pakai XR1200 yang sebenarnya basic-nya street tracker. Kapasitasnya 1200 cc dan performanya cukup galak,” ujarnya.

Rangka jadi perhatian

Dalam proyek Atlantis, bagian yang paling banyak mendapat perhatian adalah rangka atau frame. 

Danang merancang rangka baru dengan konstruksi double downtube, berbeda dari chopper tradisional yang umumnya menggunakan single downtube.

Struktur ini dibuat untuk menyesuaikan sistem engine mount pada mesin sekaligus menjaga kekuatan rangka.

Selain itu, bagian bawah rangka juga dirancang dengan konstruksi ganda agar tampil lebih unik sekaligus tetap kuat. Seluruh sambungan rangka dibuat seminimal mungkin agar tampilan motor tetap bersih dan ramping.

Motor ini memang dirancang dengan karakter yang slim dan padat. Bahkan sistem penggerak yang semula menggunakan belt diubah menjadi rantai agar tetap sesuai dengan bentuk rangka yang ramping.

Pada sektor kaki kaki, Atlantis menggunakan suspensi depan model springer fork dengan konfigurasi long fork sepanjang kurang lebih 110 sentimeter.

Proporsi ini membuat tampilan motor terlihat panjang khas chopper, namun posisi keseluruhan motor dibuat sedikit lebih rendah agar tidak terlihat terlalu menjulang.

“Kalau motor terlihat terlalu tinggi, bagian belakangnya justru tidak akan dinikmati. Jadi saya buat agak rendah supaya dari depan, samping, sampai belakang orang tetap bisa menikmati bentuk motor ini,” kata Danang.

Bagian belakang motor menggunakan konstruksi rigid atau tanpa suspensi. Meski demikian, Danang memastikan motor ini tetap aman digunakan di jalan, bukan hanya sebagai motor pameran.

“Motor custom tidak selalu untuk event saja. Pemiliknya juga ingin memakainya di jalan, mungkin untuk acara tertentu atau sekadar riding. Jadi tetap harus aman dipakai,” ujarnya.

Dibawa ke Jepang

Atlantis sendiri akhirnya menarik perhatian hingga ke luar negeri dan dibawa ke Jepang untuk dipamerkan bersama karya builder internasional. 

Bagi Danang, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa karya builder Indonesia mampu bersaing di panggung global.

“Yang saya rasakan tentu bangga. Ternyata karya kita punya karakter yang layak diapresiasi di luar. Kita tidak perlu minder untuk show di luar negeri karena karya builder Indonesia juga bisa mengimbangi mereka,” katanya.

Di akhir percakapan, Danang juga berbagi pandangan bagi siapa saja yang ingin membangun motor chopper.

Menurutnya, hal terpenting bukan sekadar mengikuti tren atau meniru gaya yang sedang populer, melainkan memahami karakter dan konsep yang benar benar diinginkan.

Dalam dunia chopper, menurutnya, rangka adalah elemen paling penting yang menentukan karakter motor secara keseluruhan. Tanpa konsep yang jelas, sebuah motor kustom bisa kehilangan identitasnya.

Bagi Danang, ketika konsep, karakter pemilik, dan desain rangka bertemu dalam satu ide yang kuat, sebuah chopper tidak lagi sekadar kendaraan. Ia berubah menjadi karya yang memiliki jiwa.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.