Sumedang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat memfasilitasi akses pembiayaan bagi kelompok tani jagung melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) tanpa agunan guna mengakhiri kebergantungan petani pada tengkulak.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan di Sumedang, Sabtu, mengatakan bahwa pembiayaan tersebut disalurkan melalui kolaborasi bank Himbara dengan plafon pinjaman hingga Rp100 juta tanpa jaminan bagi kelompok tani binaan.
“Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini dapat diakses kelompok tani tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp100 juta untuk mendukung kegiatan penanaman jagung tanpa tengkulak,” katanya saat Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Ujungjaya.
Dirinya menjelaskan bahwa dana pinjaman tidak diberikan langsung kepada petani, melainkan disalurkan kepada distributor penyedia bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian melalui skema ekosistem tertutup.
Melalui skema tersebut, kelompok tani binaan diperkirakan dapat memperoleh keuntungan sekitar Rp25 juta hingga Rp30 juta dalam satu periode tanam selama empat bulan setelah dikurangi biaya produksi dan cicilan pinjaman.
“Skema ini dibuat agar dana yang disalurkan benar-benar digunakan untuk kegiatan pertanian dan tidak disalahgunakan,” tambahnya.
Irjen Pol Rudy mengatakan penyaluran pembiayaan bagi kelompok tani binaan telah berjalan di sejumlah wilayah, termasuk sekitar 440 kelompok tani di Sumedang dan 55 di Nagreg.
“Berdasarkan laporan dari Himbara, penyaluran KUR di Sumedang sudah mencapai sekitar Rp440 miliar, sedangkan di Nagreg sekitar Rp55 miliar,” katanya.
Selain pembiayaan, Kepolisian Daerah Jawa Barat juga mengatasi persoalan ketersediaan lahan dengan bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani).
“Alhamdulillah kami dapat memanfaatkan sekitar 1.200 hektare lahan dari kerja sama dengan PTPN dan Perhutani untuk dikelola kelompok tani binaan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penanaman jagung serentak kuartal pertama 2026 pada lahan seluas sekitar 433 hektare di 23 Kepolisian Resor (Polres).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya menargetkan penyerapan jagung di Jawa Barat pada per bulan mencapai sekitar 322 ton di tahun 2026.
Ia menyebutkan hingga saat ini realisasi serapan jagung dari wilayah Jawa Barat telah mencapai sekitar 1.744 ton di tahun 2025 sehingga menunjukkan progres yang cukup signifikan dalam mendukung ketersediaan pangan.
“Target kami per bulan sekitar 205 ton, sedangkan Jawa Barat pada 2026 ditargetkan sekitar 322 ton dan hingga kemarin pembukuan kami sudah mencapai 1.744 ton,” katanya melalui media virtual Zoom.







