Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menghadiri tarawih keliling (tarling) di Masjid Raya Klaten, Jumat (6/3/2026).
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengingatkan jamaah agar tidak hanya membaca Alquran, tetapi juga memahami dan mengamalkan isinya saat tarawih keliling dan pengajian Nuzulul Quran di Masjid Raya Klaten, Jumat (6/3/2026).
Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Raya Klaten berlangsung khidmat pada Jumat (6/3/2026). Ratusan jamaah memadati masjid untuk mengikuti tarawih keliling bersama Bupati Klaten dan Forkopimda.
Di sela kegiatan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan pesan mengenai pentingnya memahami isi Alquran.
“Semoga dengan bagi-bagi Alquran ini bisa mendekatkan kita semua kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bisa lebih sering membaca Alquran dan lebih memahami Alquran,” katanya.
Namun menurutnya, membaca saja tidak cukup jika tidak diiringi pemahaman dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.
“Tadi yang luar biasa dari Al-Mukaram tadi disampaikan tidak hanya sekedar membaca, yang lebih penting itu adalah bagaimana memahami isi Alquran yang kemudian kita mengimplementasikan,” ujarnya.
Ia kemudian menyinggung pesan dalam ceramah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
“Artinya kemudian bagaimana kita kepekaan sosial. Karena beliau tadi menganggap 75 persen isi dari Alquran itu adalah sosial kan begitu,” lanjutnya.
Hamenang mengatakan nilai sosial dalam Alquran perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga bagaimana justru kemudian hanya sekedar kita rajin membaca tapi mempraktikkan kan bagaimana kemudian kepekaan-kepekaan kita terhadap lingkungan sekitar,” kata dia.
Baca juga: Tarling di Masjid Raya Klaten, Bupati Hamenang Bagikan Alquran: Total 18 Ribu Dibagikan saat Ramadan
Ia berharap masyarakat tidak berhenti pada membaca dan menghafal Alquran saja.
“Harapannya kemudian kita tidak hanya sekedar membaca, memahami, menghafalkan Alquran tapi kemudian mengamalkan,” ujarnya.
Menurutnya, ajaran Alquran juga menekankan kepedulian terhadap sesama manusia.
“Kita harus peduli sesama, terutama yang ada di sekitar kita. Jangan sampai kemudian kita selalu peduli yang jauh, yang jauh, yang sana, yang sana, tapi justru yang dekat dengan kita, ada yang kelaparan kita tidak tahu, ada yang sakit kita tidak menjenguk dan lain sebagainya,” katanya.
Malam itu, suasana Masjid Raya Klaten terlihat penuh. Jamaah mengikuti tarawih berjamaah dengan saf yang memanjang hingga bagian tengah masjid.
Kegiatan juga diisi tausyiah keagamaan serta pembagian Alquran kepada jamaah. (*)