TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mulai menyiapkan berbagai langkah menghadapi lonjakan penumpang selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung pada 13 hingga 30 Maret 2026.
General Manager InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan jumlah penumpang pada momen Lebaran tahun ini diprediksi mengalami peningkatan signifikan dibanding periode biasa.
Menurutnya, puncak kedatangan penumpang diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran dengan jumlah mencapai sekitar 12 ribu orang dalam satu hari.
“Perkiraan puncak kedatangan itu sekitar 12 ribu penumpang. Dari jumlah tersebut sekitar 8 ribu merupakan penumpang yang datang ke Sumatera Barat,” kata Dony, Sabtu (7/3/2026).
Ia menilai tingginya minat masyarakat untuk pulang kampung tahun ini tidak terlepas dari kondisi bencana alam yang sempat terjadi di Sumatera Barat pada akhir tahun lalu.
Baca juga: Dishub Sumbar Ingatkan Tarif Parkir Lebaran, Minta Pengelola Wisata Hindari Pungutan Tidak Wajar
Banyak perantau, kata dia, menunda kepulangan saat itu sehingga memilih mudik pada momen Lebaran tahun ini.
Selain arus kedatangan, pihak bandara juga memperkirakan arus balik penumpang akan berlangsung lebih lama dibanding daerah lain.
Hal ini disebabkan karakteristik perantau asal Sumatera Barat yang sebagian besar berprofesi sebagai pedagang.
“Kalau daerah lain biasanya arus balik cepat karena mayoritas pegawai. Kalau masyarakat kita banyak yang berdagang, sehingga masa baliknya cenderung lebih panjang,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju kawasan bandara, manajemen BIM juga akan memperketat penggunaan kartu elektronik atau e-money di pintu masuk.
Baca juga: BMKG Padang Ingatkan Warga Sumatera Barat Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sore Ini
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses transaksi kendaraan agar tidak menimbulkan antrean panjang di gerbang masuk bandara.
Dony menyebutkan penggunaan e-money dapat mempercepat waktu transaksi secara signifikan dibandingkan pembayaran manual.
“Kalau menggunakan e-money, prosesnya hanya sekitar dua sampai enam detik. Tetapi kalau manual bisa sampai dua menit per kendaraan, ini yang sering memicu antrean,” jelasnya.
Pihak bandara pun berkoordinasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mempermudah masyarakat memperoleh kartu elektronik, termasuk melalui penyediaan promo khusus selama periode Lebaran.
Selain itu, BIM juga menyiapkan fasilitas konter pengisian saldo (top up) serta ATM BRI di area kedatangan untuk membantu penumpang yang kehabisan saldo kartu elektronik.
“Kami memang mendorong penggunaan e-money ini demi kelancaran lalu lintas di kawasan bandara selama angkutan Lebaran,” katanya.(*)