Perjalanan Penyakit Kanker Ginjal Vidi Aldiano, Mulai Divonis 2019
Muh Hasim Arfah March 07, 2026 10:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM- Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia.

Penyanyi sekaligus penulis lagu Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026). 

Ia mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.

Informasi wafatnya pelantun lagu Nuansa Bening itu pertama kali mencuat melalui unggahan musisi Andi Rianto di akun X pribadinya.

Dalam unggahannya, ia menuliskan pesan singkat penuh duka, “Selamat jalan Vidi Aldiano.”

Kabar tersebut kemudian dibenarkan oleh pihak keluarga melalui pesan singkat kepada awak media.

Dalam pesan itu disebutkan bahwa Vidi Aldiano wafat didampingi oleh seluruh keluarga besarnya yang dengan ikhlas melepas kepergiannya menghadap Allah SWT.

Baca juga: Innalillah, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Hari 17 Ramadhan Jelang Buka Puasa

“Telah wafat anak saya: OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO. Vidi wafat didampingi seluruh keluarga besar yang ikhlas akan kepergiannya menghadap Alloh SWT, 7 Maret jam 16.33. Selamat jalan menuju cahaya Ilahi, Nak,” bunyi pesan tersebut.

Semasa hidupnya, suami dari Sheila Dara Aisha itu diketahui berjuang melawan kanker ginjal selama enam tahun terakhir.

Ia pertama kali didiagnosis mengidap penyakit tersebut pada Desember 2019.

Saat itu, Vidi menjalani operasi kanker ginjal di Singapura.

Meski sempat dinyatakan pulih pada 2020, hasil pemeriksaan rutin pada 2021 menunjukkan bahwa penyakit tersebut kembali muncul.

Kondisi Vidi semakin berat ketika pada 2023 ia mengungkapkan bahwa kanker yang dideritanya telah mengalami metastasis atau menyebar ke beberapa bagian tubuh.

Meski demikian, ia tetap menjalani pengobatan secara rutin setiap tiga minggu sambil terus berkarya.

Dalam salah satu pernyataannya, Vidi pernah mengungkapkan bahwa ia berusaha berdamai dengan kondisi kesehatannya dan bersyukur atas perjalanan hidup yang diberikan Tuhan selama ini.

Kanker ginjal merupakan penyakit yang terjadi ketika sel-sel di jaringan ginjal tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali hingga membentuk tumor.

Penyakit ini paling sering menyerang orang dewasa dan menjadi salah satu jenis kanker yang cukup berbahaya karena pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Jenis kanker ginjal yang paling umum adalah Renal Cell Carcinoma, yang mencakup sekitar 85 hingga 90 persen dari seluruh kasus kanker ginjal.

Kanker ini biasanya berkembang di lapisan tubulus kecil di dalam ginjal yang berfungsi menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urin.

Pada banyak kasus, kanker ginjal baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Hal ini karena gejalanya sering tidak spesifik. Namun beberapa tanda yang dapat muncul antara lain adanya darah dalam urin, nyeri pada bagian pinggang atau punggung bawah, munculnya benjolan di area ginjal, serta penurunan berat badan dan rasa lelah yang berkepanjangan.

Sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ginjal. Di antaranya kebiasaan merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat penyakit ginjal kronis, hingga paparan bahan kimia tertentu seperti kadmium atau asbes.

Selain itu, kanker ginjal juga lebih sering terjadi pada pria dibandingkan perempuan.

Meski demikian, risiko kanker ginjal dapat ditekan dengan menjalani gaya hidup sehat. Berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah menjadi langkah penting untuk membantu mencegah penyakit ini.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan agar kanker dapat terdeteksi lebih dini dan peluang pengobatan menjadi lebih besar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.