Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun setelah tujuh tahun berjuang melawan kanker ginjal.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Vini Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026), usai tujuh tahun melawan kanker yang menggerogoti ginjalnya.
Penyanyi bernama lengkap Oxavia Aldiano itu meninggal dunia pada usia cukup muda yakni 35 tahun.
Kabar duka tersebut pertama kali tersebar melalui unggahan sejumlah rekan musisi di media sosial.
Musisi Melly Goeslaw misalnya, menyampaikan ucapan duka melalui akun media sosialnya.
“Innalillahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan @vidialdiano kembali ke pangkuan Allah SWT di bulan suci Ramadhan yang sungguh diinginkan oleh semua hamba-Nya,” tulis Melly.
Vidi Aldiano diketahui berjuang melawan kanker ginjal sejak didiagnosis pada Oktober 2019.
Baca juga: Lima Tahun Berjuang Melawan Kanker, Vidi Aldiano: Nggak Tahu Kapan Waktunya
Saat itu, ia pertama kali mengetahui penyakit tersebut ketika menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura.
Kabar wafatnya Vidi Aldiano di usia 35 tahun membuka kembali perhatian publik terhadap kanker ginjal, penyakit yang selama beberapa tahun terakhir ia perjuangkan.
Alih-alih hanya membahas sosok Vidi, penting untuk melihat bagaimana kasus ini menjadi pengingat akan bahaya kanker ginjal yang sering terlambat terdeteksi.
Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di dalam organ ginjal dan membentuk tumor.
Pada tahap awal, penyakit ini jarang menimbulkan gejala, sehingga banyak penderita baru mengetahuinya setelah kondisi berkembang lebih lanjut.
Jenis yang paling umum adalah renal cell carcinoma, yang berasal dari sel-sel saluran kecil di ginjal.
Baca juga: Curhat 5 Tahun Jadi Pejuang Kanker hingga Berencana Stop Kemoterapi, Vidi Aldiano Ngaku Kena Mental
Meski sering tidak terlihat di awal, beberapa tanda bisa muncul seiring waktu, seperti:
Karena gejalanya tidak spesifik, pemeriksaan medis rutin menjadi kunci deteksi dini.
Penyebab pasti kanker ginjal belum sepenuhnya diketahui, namun sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko, antara lain:
Faktor-faktor ini tidak otomatis menyebabkan kanker, tetapi meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya.
Baca juga: Mengidap Kanker dan Langsung Kemoterapi Sepulang Umrah, Vidi Aldiano: Perjuangan Menuju Sehat
Kesembuhan sangat bergantung pada tahap saat kanker didiagnosis.
Jika masih terbatas di ginjal, operasi pengangkatan tumor bisa efektif.
Namun bila sudah menyebar ke organ lain, pengobatan lebih kompleks dengan kombinasi terapi target, imunoterapi, hingga radiasi.
Tujuannya bukan hanya mengendalikan penyakit, tetapi juga memperpanjang harapan hidup pasien.
Kepergian Vidi menjadi pengingat bahwa kanker tidak mengenal usia.
Meski masih produktif, ia harus berjuang melawan penyakit yang sering luput dari perhatian banyak orang.
Kasus ini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, mengenali gejala, dan memahami faktor risiko.
Dengan deteksi dini, peluang kesembuhan bisa lebih besar.
Lebih dari sekadar kabar duka, perjalanan Vidi Aldiano memberi pesan kuat: kesehatan adalah aset utama, dan kewaspadaan terhadap penyakit seperti kanker ginjal harus menjadi bagian dari gaya hidup setiap orang.(*)