TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Suasana Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dipadati pengunjung di pekan ketiga Ramadan, Sabtu (7/3/2026).
Meski terlihat penuh sesak oleh lautan manusia, hal tersebut rupanya tidak berbanding lurus dengan omzet yang didapat oleh para pedagang.
Doni, salah satu pedagang di Pasar Tanah Abang, mengungkapkan keramaian yang terjadi saat ini belum memberikan dampak yang benar-benar memuaskan bagi kantong para penjual.
"Iya kalau dibilang ramai mah emang ramai, lihat aja sampai penuh sesak," ujar Doni saat ditemui di lokasi.
Namun, Doni mengakui banyak pengunjung yang hanya melihat produk secara langsung tanpa membeli.
Biasanya, kata dia, pengunjung hanya memfoto produk yang dipajang untuk membandingkan harga dengan yang dijual online.
"Cuman kan nggak semua yang datang ini juga pada belanja, kebanyakan juga cuma lihat-lihat doang, foto-foto, entar mereka nyarinya di online, dibandingin sama di online," keluh Doni.
Meskipun secara kasat mata terjadi lonjakan pengunjung dibandingkan hari-hari biasa, Doni merasa keuntungan yang didapat belum bisa dikatakan melonjak tajam.
Ia mengakui pergeseran kebiasaan belanja masyarakat ke platform digital masih menjadi tantangan besar bagi pedagang konvensional di Tanah Abang.
"Jadi kalau dibilang ramai memang ada peningkatan, tapi nggak yang signifikan banget karena nggak semuanya pada belanja di sini," pungkasnya.
Pantauan TribunJakarta.com yang paling banyak diburu di Pasar Tanah Abang yakni pakaian muslimah 'gamis bini orang' yang memang tengah menjadi tren di Lebaran tahun ini.
"Iya memang paling ramai itu gamis bini orang karena efek trend dari TikTok," ujarnya.