Beasiswa PIP Hingga Rp1,8 Juta untuk Siswa SMA, Dana Masuk Langsung ke Rekening Tanpa Potongan
Ariestia March 07, 2026 10:29 PM

Wawancara eksklusif dengan Anggota DPR RI Komisi X, Karmila Sari

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pendidikan menjadi salah satu sektor yang terus mendapat perhatian pemerintah melalui berbagai program bantuan dan peningkatan fasilitas.

Salah satunya adalah Program Indonesia Pintar (PIP) yang memberikan bantuan biaya pendidikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat terus melanjutkan sekolah tanpa terkendala biaya.

Selain PIP untuk siswa sekolah dasar hingga menengah, pemerintah juga menghadirkan program KIP Kuliah bagi mahasiswa serta berbagai program lain seperti perbaikan infrastruktur sekolah dan peningkatan kualitas guru.

Program-program ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Baca juga: Kabar Gembira, Tahun Ini Pemprov Riau Siapkan 3 Ribu Lebih Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai mekanisme, syarat, serta manfaat dari program-program tersebut, Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, Erwin Ardian berbincang langsung dengan Anggota DPR RI Komisi X, Karmila Sari, yang menjelaskan berbagai hal terkait bantuan pendidikan bagi siswa, mahasiswa, hingga tenaga pendidik.

Berikut wawancara selengkapnya:

Tribun: Apa sebenarnya Program Indonesia Pintar (PIP) itu?

Karmila Sari: PIP adalah program beasiswa dari pemerintah yang diberikan setiap tahun kepada siswa untuk membantu biaya pendidikan. Program ini bertujuan agar anak-anak tidak putus sekolah dan tetap memiliki semangat untuk belajar.

Tribun: Siapa saja yang bisa mendapatkan bantuan PIP ini?

Karmila Sari: Program ini diprioritaskan untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Namun anak dari keluarga TNI, ASN, dan Polri juga boleh mendapatkan bantuan selama berada pada golongan 2 ke bawah.

Tribun: Berapa besar bantuan yang diterima siswa?

Karmila Sari: Besar bantuan berbeda sesuai jenjang pendidikan. Untuk siswa SD sekitar Rp450.000 per tahun, SMP Rp750.000 per tahun, dan SMA atau SMK sekitar Rp1.800.000 per tahun.

Tribun: Bagaimana cara penyaluran dana tersebut?

Karmila Sari: Dana bantuan langsung masuk ke rekening masing-masing siswa tanpa potongan apa pun. Jika siswa belum memiliki rekening, maka akan dibuatkan rekening baru untuk pencairan dana tersebut.

Tribun: Bagaimana jika ada pihak yang meminta uang agar nama siswa dimasukkan ke dalam program PIP?

Karmila Sari: Itu tidak boleh. Jika ada yang meminta bayaran untuk memasukkan nama ke dalam program, jangan dilayani. Program ini gratis dan dananya diberikan langsung oleh pemerintah tanpa potongan.

Tribun: Bagaimana proses pendaftaran bagi siswa yang ingin mendapatkan bantuan PIP?

Tribun: Apa saja tahapan setelah pendaftaran dilakukan?

Karmila Sari: Data yang masuk akan diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan melalui sistem yang terhubung dengan data sekolah. Jika dinyatakan memenuhi syarat, maka bantuan akan langsung ditransfer ke rekening siswa.

Tribun: Kapan biasanya pendaftaran dilakukan?

Karmila Sari: Dalam satu tahun biasanya ada dua tahap pendaftaran. Tahap pertama sekitar Maret hingga awal April. Jika ada data yang belum masuk pada tahap pertama, masih bisa dimasukkan pada tahap kedua.

Tribun: Bank apa yang digunakan untuk pencairan bantuan?

Karmila Sari: Untuk siswa SD dan SMP biasanya menggunakan Bank BRI, sedangkan untuk siswa SMA atau SMK biasanya menggunakan Bank BNI.

Tribun: Apakah sekolah swasta juga bisa mendapatkan bantuan ini?

Karmila Sari: Bisa. Program ini tidak hanya untuk sekolah negeri, tetapi juga berlaku bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta selama memenuhi persyaratan.

Tribun: Apakah ada program bantuan untuk mahasiswa juga?

Karmila Sari: Ada, yaitu KIP Kuliah. Program ini memberikan bantuan berupa pembebasan biaya kuliah hingga empat tahun serta bantuan biaya hidup bagi mahasiswa yang memenuhi syarat.

Tribun: Apa saja manfaat yang diterima mahasiswa melalui KIP Kuliah?

Karmila Sari: Mahasiswa tidak perlu membayar biaya semester dan juga mendapatkan bantuan biaya hidup. Dana tersebut bisa digunakan untuk mendukung kebutuhan kuliah seperti membeli laptop atau kebutuhan pendidikan lainnya.

Tribun: Apakah pemerintah juga memperhatikan kondisi infrastruktur sekolah?

Karmila Sari: Tentu. Pemerintah memiliki program revitalisasi sekolah untuk memperbaiki fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, UKS, dan toilet sekolah agar proses belajar menjadi lebih baik.

Tribun: Apakah ada program peningkatan kualitas bagi guru?

Karmila Sari: Ada program kuliah S1 gratis bagi guru yang belum memiliki gelar sarjana melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini biasanya dapat diselesaikan sekitar 1,5 tahun.

Tribun: Apa pesan Anda kepada sekolah dan orang tua terkait program pendidikan ini?

Karmila Sari: Saya berharap kepala sekolah dan guru aktif menyampaikan informasi program bantuan kepada siswa dan orang tua. Sementara orang tua juga diharapkan aktif mencari informasi serta mendukung pendidikan anak-anak agar mereka tidak putus sekolah.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.