Dua Tahun Menanti, Eks Karyawan Griya Satria Tuntut Pesangon
Daniel Ari Purnomo March 07, 2026 11:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Alifatussoimah (38) lagi-lagi harus mengelus dada meratapi ketidakpastian dari perusahaan eks tempat kerjanya dulu yang tak kunjung menepati janji.

Ia bersama rekan kerjanya belum mendapatkan kejelasan pembayaran pesangon yang sudah tertunggak selama dua tahun tanpa kepastian.

Padahal, tidak lama lagi akan tiba momen Hari Raya Idulfitri.

Baca juga: Eks Karyawan Griya Satria Puwokerto Merasa Kena Prank, 2 Kali Gagal Ketemu Manajemen Bahas Pesangon

Tunggu Hak Pesangon

Diketahui, perusahaan tempat Alifatussoimah bekerja dulu adalah PT Bina Agung Damar Buana atau Griya Satria, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti.

"Sampai detik ini dinas gak ada kejelasan buat ngejar Hasan dan Ali Umar Basalamah (pimpinan perusahaan, red)," ungkapnya bernada kecewa kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (7/3/2026).

Keluhan yang disampaikan Alifatussoimah bukanlah yang pertama dan juga bukan baru-baru ini saja terjadi. Ia dan rekan-rekannya sudah hampir dua tahun berpeluh keringat memperjuangkan agar hak pesangon segera dibayarkan.

Total Ratusan Juta

Jika diakumulasikan, total pesangon keseluruhan karyawan yang menjadi kewajiban perusahaan mencapai angka sekitar Rp 100 juta.

Ironisnya, pimpinan perusahaan tidak pernah menunjukkan batang hidungnya, baik dalam pertemuan mediasi yang diagendakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) maupun rapat resmi di DPRD Kabupaten Banyumas.

"Saya dan kawan-kawan seperti diombang-ambingkan. Hasan susah dihubungi," keluhnya.

Pimpinan Selalu Mangkir

Alifatussoimah menduga, sejak awal memang tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan masalah pemenuhan hak pekerja tersebut dari pimpinan PT Bina Agung Damar Buana.

Dari pihak Dinnakerin sendiri sebelumnya sudah mengungkapkan rencana untuk menemui Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, guna mencari jalan keluar.

Sebagai mantan pekerja, Alifatussoimah merasa seperti mengemis berkali-kali kepada orang yang hatinya tertutup.

"Kalau memang mereka pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab, seharusnya merasa malu dan mengakui kesalahan dengan tidak bolak-balik memberikan janji-janji palsu," jelasnya tegas.

Konfirmasi Pihak Perusahaan

Sebelumnya, tim redaksi Tribunbanyumas.com sudah berusaha mengonfirmasi langsung dengan mendatangi kantor PT Bina Agung Damar Buana sebanyak dua kali.

Tetapi, petugas keamanan di lokasi mengungkapkan bahwa pimpinan perusahaan sedang berada di luar kota dan kondisi kantor sedang kosong. (

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.