SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pelatih kepala Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya setelah anak asuhnya takluk secara tragis dari PSPS Pekanbaru dengan skor telak 6-0. Menurut pelatih yang akrab disapa "The Special One" Indonesia ini, strategi (game plan) yang telah disusun sama sekali tidak berjalan di lapangan.
Kekalahan ini berbanding terbalik dengan performa Laskar Wong Kito saat menghadapi Persiraja Banda Aceh sebelumnya, di mana para pemain tampil militan dan penuh gairah.
Evaluasi Pertahanan yang Longgar
Berdasarkan hasil analisis video usai pertandingan, Iwan menyoroti banyaknya celah di lini belakang yang memudahkan anak asuh Aji Santoso melakukan penetrasi.
Gawang yang dikawal Riski Sudirman terus dibombardir karena koordinasi pertahanan yang buruk.
"Kecewa sekali dengan performa tim kemarin. Dari evaluasi dan video analyze, terlihat banyak sekali kebocoran dalam pertahanan (defence). Begitu juga saat menyerang, pemain tidak eksploitif dan tidak mobile," ujar Iwan Setiawan, Sabtu (4/4/2026).
Iwan menjelaskan, salah satu kesalahan fatal adalah kegagalan pemain melakukan drop back saat lawan meletakkan bola di belakang garis pertahanan (behind back line).
Hal ini membuat barisan depan PSPS Pekanbaru dengan leluasa menempatkan diri dan mencetak gol di babak pertama.
"Selama ini, pertahanan Sriwijaya FC dikenal sangat kompak dan rapat. Namun kemarin tidak; pertahanan sangat longgar dan banyak celah yang terbuka," tambahnya.
Kehilangan Identitas dan Disiplin
Meski sempat mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan Sehabuddin di babak kedua untuk menambah daya gedor, berbagai peluang yang tercipta tetap gagal membuahkan hasil. Iwan menilai timnya kehilangan identitas permainan yang selama ini menjadi kekuatan mereka.
"Saya dan tim pelatih sangat kecewa. Kami kehilangan segalanya di lapangan. Pemain tidak militan dan jauh dari disiplin dalam menjalankan instruksi serta konsep taktikal yang sudah dibangun selama ini," tegasnya.
Kekalahan memalukan ini menjadi catatan merah bagi tim pelatih untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh demi menjaga asa di sisa pertandingan musim ini.
“Insyaallah ini menjadi catatan penting bagi kami agar bisa tampil maksimal di pertandingan berikutnya (next match),” pungkas Iwan.
Baca juga: Kesempatan Emas! Pemkab OKI Buka Pelatihan Kerja Gratis ke Jepang, Cek Syarat dan Pendaftarannya