Renungan Paskah Markus 15:15, Yesus Dikubur, Dosa Terkubur, Manusia Selamat
Alpen Martinus April 05, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Seluruh umat Kristen saat ini sedang memperingati hari penantian kebangkitan Yesus Kristus.

Minggu pagi adalah momen paskah, atau kebangkitan Yesus Kristus.

Berikut renungan harian Kristen spesial Paskah berjudul Yesus Dikubur, Dosa Terkubur, Manusia Selamat.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Roma 6:4, Hidup Baru dalam Kebangkitan Kristus

Bacaan Alkitab diambil dalam Markus 15:15

Sehari sebelum Jumat Agung, yakni Kamis 2 April 2026, sekitar pukul 06.00 pagi, warga Sulut digemparkan dengan gempa bumi yang dahsyat.

Cukup kencang goncangannya.

BMKG mencatat gempa itu berkekuatan 7,6 SR dengan pusatnya di Laut Maluku.

Tapi guncangannya sangat terasa di Sulawesi Utara, terutama di wilayah Bitung dan Minahasa Utara yang jaraknya lebih dekat dengan lokasi gempa.

Waktu peristiwa kematian Yesus hingga kebangkitan-Nya, ditandai dengan gempa bumi yang hebat.

Baik saat Dia mati, maupun saat Dia bangkit dari kubur.

Alkitab memang tidak mencatat, berapa kekuatan gempa ketika Yesus mati.

Tapi Alkitab menyaksikan alam saat itu sangat "sedih."

Ketika Yesus mati, itu terjadi pada pukul 12.

Saat itu, matahari reduk.

Kegelapan memenuhi Israel sampai pukul 3.

Gelap gulita menimpa daerah itu.

Kemudian terjadi gempa bumi yang hebat.

Tabir Bait Suci terbelah 2, dari atas sampai ke bawah.

Juga bukit-bukit batu terbelah. Dan kuburan-kuburan terbuka. Banyak orang kudus yang telah meninggal, bangkit.

Ini menggambarkan betapa dahsyatnya kekuatan Allah dan membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup dan Tuhan dunia. 

Gempa bumi juga terjadi waktu Yesus bangkit dari kubur.

Ketika Maria Magdalena dan beberapa perempuan lainnya datang ke kubur untuk merempahi mayat Yesus.

Waktu itu terjadi gempa bumi yang hebat dan kemudian tampaklah malaikat di pintu kubur dan mengatakan bahwa sesungguhnya Yesus sudah bangkit dari kubur.

Apakah gempa 2 hari lalu ada kaitannya dengan kisah dan perbuatan ajaib Allah berkaitan dengan peringatan Jumat Agung?

Kita tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu. 

Ya, Yesus mati sesuai keinginan para pendengki yang iri hati dan penuh dendam kepada-Nya.

Mereka berhasil memaksa imam kepala dan Pilatus serta sukses menghasut orang banyak untuk mebunuh Yesus dengan cara yang keji, kejam dan tiada belas kasihan.

Yang lebih sadis lagi adalah, walau Yesus sudah mati tak bernyawa dan tergantung di Kayu Salib serta dikubur dalam kubur Yusuf Arimatea, mereka masih juga takut dengan mayat-Nya.

Maka mereka menghadap kepada Pilatus dan meminta dia memilih prajurit terbaik untuk menjaga dan mengawal kubur Yesus.

Bayangkan saja dendam dan dengki mereka, mayat Yesus pun mereka takuti.

Sehingga Pilatus memberikan beberapa prajurit terbaik dan terlatih untuk menjaga mayat dan kubur Yesus. 

Yesus memang mati, tetapi dalam lembah kekelaman, bayang-bayang maut bahkan kematian, Yesus membawa dan menguburkan segala dosa kita.

Sebab, kuasa maut, kuasa kematian, tidak berkuasa lagi atas Yesus, setelah kebangkitan-Nya pada hari ketiga.

Sedangkan dosa kita, dikubur-nya, kita ditebus dan diselamatkan oleh-Nya.

Sebab hanya oleh kematian Yesus itu, karya selamat Allah, terjadi.

 Jadi kubur Yesus itu adalah kuburan atas dosa kita, dan kebangkitan-Nya adalah karya kemenangan dan keselamatan kita.

Itulah sebabnya, ketika Barabas si penjahat dipilih dibebaskan dan Yesus yang benar dihukum, Yesus tetap pasrah, walau Dia terus disiksa.

Bahkan Pilatus turut menyesah-Nya.

Dengan demikian umat manusia beroleh pengampunan dan keselamatan kekal dalam hidup-Nya.

Jadi penderitaan Yesus adalah kemenangan bagi kita umat-Nya. 

Demikian firman Tuhan hari ini. 

Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka.

Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. (ay 15)

Sahabat Kristus, kita sungguh bersyukur bahwa Yesus rela dan sedia menerima dan menanggung segala penderitaan itu.

Dia tersiksa, mati dan dikubur, agar dosa kita juga mati terkubur.

Namun, Dia bangkit dan menjadi jaminan keselamatan dan kemenangan kita.

Maka, jangan berbuat dosa lagi.

Jangan bangkitkan dosa. Hiduplah dalam pertobatan.

Renungkanlah kematian Kristus yang telah menyerahkan segalanya bagi kita.

Senangkanlah hati-Nya dengan hidup sesuai kehendak dan firman-Nya.

Tuhan Yesus memberkati kira bersama keluarga. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.