Viral! Desa Wunut Klaten Bagi-bagi THR untuk Warganya, Satu KK Bisa Bawa Pulang Lebih dari Rp1 Juta
Briandena Silvania Sestiani March 08, 2026 05:07 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Kebijakan unik sekaligus menarik perhatian publik terjadi di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pemerintah desa setempat membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warga yang terdata dalam Kartu Keluarga (KK).

Program ini membuat ribuan warga desa tersebut merasakan langsung manfaat dari pengelolaan sumber daya desa, bahkan sebagian keluarga bisa menerima uang lebih dari satu juta rupiah.

Pembagian THR tersebut dilakukan pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Wunut.

Warga terlihat datang secara bergantian untuk menerima bantuan tunai yang diberikan langsung oleh pemerintah desa.

Baca juga: Poin Penting Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026: Cek Kapan THR 2026 dan Gaji Ke-13 ASN Turun

THR sendiri merupakan Tunjangan Hari Raya, yaitu pemberian uang tambahan yang biasanya diberikan menjelang hari raya keagamaan seperti Idul Fitri.

Di Indonesia, THR biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, namun di Desa Wunut, bantuan ini justru berasal dari pemerintah desa yang memanfaatkan hasil pengelolaan wisata lokal.

Program ini pun menjadi sorotan karena jumlah penerimanya mencapai ribuan orang dengan total anggaran ratusan juta rupiah.

Ribuan Warga Menerima THR dari Pemerintah Desa

Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Wunut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 585.250.000 untuk dibagikan kepada warga sebagai THR.

Jumlah penerima THR mencapai 2.341 jiwa, di mana setiap warga yang terdaftar mendapatkan uang sebesar Rp 250.000 per orang.

Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menjelaskan bahwa jumlah THR yang diberikan tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin kita memberikan per jiwa per orang Rp 200.000. Untuk tahun ini kita naikkan jadi Rp 250.000," kata Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, Kamis (5/3/2026).

Dengan sistem pembagian tersebut, satu keluarga bisa menerima jumlah yang cukup besar jika memiliki banyak anggota keluarga yang terdaftar dalam KK.

Hal ini membuat sebagian warga bahkan membawa pulang uang lebih dari satu juta rupiah hanya dari program THR desa.

Pendapatan Desa Berasal dari Wisata Umbul Pelem

Menurut Iwan, sumber dana untuk pembagian THR tersebut berasal dari pendapatan objek wisata Umbul Pelem yang dikelola oleh pemerintah desa.

Umbul Pelem merupakan wisata air berbasis mata air alami yang cukup populer di wilayah Klaten.

Kata “umbul” dalam bahasa Jawa berarti sumber mata air alami yang biasanya dimanfaatkan sebagai tempat pemandian atau wisata air.

Objek wisata ini menjadi salah satu aset desa yang mampu menghasilkan pendapatan besar setiap tahunnya.

Pada tahun 2025, pendapatan dari Umbul Pelem tercatat mencapai Rp 5,1 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,7 miliar.

"Untuk pendapatan tahun ini (2025) Umbul Pelem Rp 5,1 miliar. Dibandingkan tahun 2024 ada kenaikan sekitar Rp 400 juta. Jadi yang kita bagikan pendapatan tahun 2025," ujar Iwan.

Peningkatan pendapatan tersebut membuat pemerintah desa memutuskan untuk menaikkan nominal THR bagi warga.

Tidak hanya nominalnya yang bertambah, jumlah warga penerima juga meningkat.

Jika pada tahun sebelumnya terdapat 2.289 jiwa penerima, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya bertambah menjadi 2.341 jiwa.

Hal ini menunjukkan bahwa program pembagian THR desa terus berkembang seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya pendapatan desa.

Warga Merasa Terbantu Menjelang Lebaran

BAGI-BAGI THR - Salah satu warga Desa Wunut Hesti Mulyani menerima THR dari Pemerintah Desa Wunut, Jawa Tengah pada Kamis (5/3/2026). Anggaran yang dialokasikan untuk THR warga tahun ini mencapai Rp 585.250.000, di mana setiap jiwa menerima sebesar Rp 250.000.
BAGI-BAGI THR - Salah satu warga Desa Wunut Hesti Mulyani menerima THR dari Pemerintah Desa Wunut, Jawa Tengah pada Kamis (5/3/2026). Anggaran yang dialokasikan untuk THR warga tahun ini mencapai Rp 585.250.000, di mana setiap jiwa menerima sebesar Rp 250.000. (Kompas/Labib Zamani)

Program pembagian THR ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Wunut. Banyak warga merasa terbantu karena uang tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Salah satu warga yang menerima THR adalah Hesti Mulyani (35). Ia mengaku sangat bersyukur karena keluarganya mendapatkan jumlah uang yang cukup besar.

Dalam satu rumah, terdapat lima anggota keluarga yang semuanya terdaftar dalam KK Desa Wunut. Dengan demikian, total THR yang ia terima mencapai Rp 1.250.000.

"Alhamdulillah bisa buat beli baju baru lebaran buat anak-anak besok. Saya dapat Rp 1.250.000 karena di rumah ada lima orang," kata Hesti.

Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli kebutuhan anak-anak menjelang hari raya.

Bagi sebagian warga desa, bantuan ini sangat berarti karena dapat membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga saat Lebaran.

Satu Kartu Keluarga Bisa Terima Lebih dari Rp1 Juta
Besarnya jumlah THR yang diterima warga juga terlihat dari pengalaman Esti Mulyani (35).

Ia mengungkapkan bahwa keluarganya mendapatkan THR lebih dari satu juta rupiah karena terdapat lima orang dalam satu KK.

"Dapat Rp1.250.000, itu untuk 5 orang," ujarnya kepada TribunSolo.com, Kamis (5/3/2026).

Lima orang tersebut terdiri dari dirinya, suami, dan tiga anak.

Ia berharap program tersebut bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

"Alhamdulillah, semoga Desa Wunut makin sukses. Mungkin tahun depan THR-nya bisa naik lagi, bisa tambah lagi,"

Warga Bisa Mengambil THR untuk Kerabat

Warga lainnya, Wiyoto (62), bahkan mengambil THR hingga Rp 2 juta untuk beberapa anggota keluarganya.

"Itu keluarga saya, keluarga anak pertama, sama keluarga anak kedua," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa kedua anaknya tidak bisa hadir saat pembagian THR berlangsung karena sedang bekerja.

"Kan sama-sama kerja. Yang satu di Semarang, yang satu di sini tapi kerja," jelasnya.

Menariknya, meskipun anggota keluarga bekerja di luar kota, mereka tetap berhak menerima THR selama Kartu Keluarga mereka masih terdaftar di Desa Wunut.

"Nanti kalau Lebaran kan pulang, baru dikasihkan," paparnya.

Wiyoto pun telah memiliki rencana untuk menggunakan uang tersebut.

"Ya untuk Lebaran, untuk beli-beli persiapan Lebaran. Nanti kan dikasihkan ibunya," pungkasnya.

Warga Diminta Menjaga Wisata Desa

Melihat manfaat besar dari pengelolaan wisata desa, Kepala Desa Wunut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan Umbul Pelem.

Menurutnya, sumber daya alam tersebut merupakan aset penting yang dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat jika dikelola dengan baik.

"Kita punya wisata, punya sumber daya alam ini bagaimana kita bersama-sama dengan warga tetap menjaga Umbul Pelem sehingga bisa bermanfaat, bisa mensejahterakan masyarakat desa," katanya.

Pengelolaan wisata yang baik dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa, yaitu kondisi di mana desa mampu menghasilkan pendapatan sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat atau daerah.

Target Pendapatan Desa Rp10 Miliar

Tidak berhenti sampai di situ, Pemerintah Desa Wunut juga memiliki target ambisius untuk meningkatkan pendapatan desa pada tahun 2026.

Dengan berbagai inovasi dan pengembangan wisata baru, Pemdes Wunut menargetkan pendapatan mencapai Rp 10 miliar.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka objek wisata baru bernama Umbul Gede.

Umbul Gede merupakan wisata air yang baru dibuka untuk umum pada 10 Desember 2025. Keberadaan tempat ini diharapkan dapat melengkapi Umbul Pelem yang lebih dulu populer.

"Karena banyak sekali wisata jadi kita bagaimana berinovasi, bagaimana pelayanan kita kepada pengunjung lebih baik. Kita penginnya pendapatan sampai Rp 10 miliar dengan adanya Umbul Gede ini," ujar Iwan.

Hingga 1 Maret 2026, pendapatan desa dari sektor wisata sudah mencapai sekitar Rp 900 juta.

Meski demikian, angka tersebut dinilai cukup baik mengingat pada bulan Februari aktivitas wisata sempat menurun karena memasuki awal bulan puasa.

Pengembangan Wisata Masih Berlanjut

Saat ini, fokus pengembangan wisata Desa Wunut diarahkan pada Umbul Gede yang masih memiliki potensi perluasan area.

Pemerintah desa berencana menambah berbagai fasilitas wisata untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Menurut Iwan, lahan yang tersedia untuk pengembangan wisata tersebut cukup luas.

"Umbul Gede masih berkembang terus. Karena lahan yang akan kita kembangkan sekitar 900 meter persegi sampai 1 hektar," jelas Iwan.

Dengan pengembangan tersebut, Pemdes Wunut berharap jumlah wisatawan terus meningkat sehingga pendapatan desa juga bertambah.

Keberhasilan Desa Wunut mengelola wisata air ini pun menjadi contoh bagaimana desa mampu memanfaatkan potensi lokal secara maksimal.

Pendapatan yang diperoleh dari sektor wisata tidak hanya digunakan untuk pembangunan desa, tetapi juga langsung dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program kesejahteraan seperti pembagian THR.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang baik dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.