Ngaku Disantet, Pemuda di Pati Todong Leher Ibu-ibu Pakai Badik
Daniel Ari Purnomo April 04, 2026 10:25 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Pengalaman traumatis menimpa DS (58), seorang ibu rumah tangga yang bermukim di Desa Blaru, Kecamatan Pati.

Pagi harinya yang tenang mendadak berubah menjadi teror mengerikan setelah lehernya ditodong senjata tajam oleh seorang pemuda misterius pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kejadian bermula ketika DS tengah menemani cucunya di dalam kamar.

Baca juga: Tiga Calon Perangkat Desa Pati Diperiksa KPK, Dicecar Soal Proses Penyerahan Uang ke Bupati Sudewo

Tiba-tiba, ia dikejutkan oleh suara gedoran dari arah jendela rumahnya.

Merasa curiga, ia mencoba mengintip di balik gorden, namun tidak mendapati satu orang pun di sana.

Tak berselang lama, sayup-sayup terdengar suara langkah kaki yang mengendap-endap menuju bagian belakang rumah.

Saat dicek, korban mendapati seorang pemuda yang tak dikenalnya berdiri mematung dalam kebisuan.

"Saat ditanya, pelaku justru menjawab dengan kalimat yang tidak wajar, yakni mengaku disantet, sebelum kemudian bergerak ke depan rumah," ungkap Kapolsek Pati, Iptu Heru Purnomo, membeberkan kronologi pada Sabtu (4/4/2026).

Berteriak Minta Tolong

Petaka terjadi saat keduanya berada di halaman depan rumah.

Tanpa aba-aba, pemuda tersebut langsung mencabut sebilah badik tajam dan menodongkannya tepat ke arah leher korban.

Dalam kondisi nyawa terancam, DS menunjukkan keberaniannya dengan berteriak sekencang-kencangnya meminta pertolongan.

Teriakan histeris tersebut memecah keheningan pagi.

"Korban merasa takut luar biasa karena pelaku menodongkan senjata tajam secara langsung ke lehernya. Beruntung warga segera berdatangan begitu mendengar teriakan korban,” jelas Iptu Heru Purnomo.

Mendengar jeritan ibunya, sang anak yang berinisial SMR (24) langsung berhamburan keluar rumah.

Menyadari aksinya tepergok banyak orang, pelaku langsung mengambil langkah seribu.

SMR bersama puluhan warga yang murka langsung melakukan pengejaran.

Pelaku sempat bermanuver melarikan diri sebelum akhirnya pelariannya berhasil dihentikan oleh kepungan warga di wilayah Dukuh Bertek, Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo.

Diamankan Tanpa Main Hakim Sendiri

Guna mencegah amuk massa yang emosi melihat aksi pelaku menodongkan badik kepada seorang wanita paruh baya, warga dengan bijak menggiring pemuda tersebut ke sebuah pondok pesantren terdekat sembari menunggu kedatangan aparat kepolisian.

"Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, pelaku kemudian digelandang ke pondok pesantren terdekat sebelum diserahkan kepada petugas," ucap Iptu Heru Purnomo mengapresiasi kesigapan warga.

Saat diamankan, identitas pelaku diketahui berinisial MA (24).

Dari tangan pemuda tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti krusial, di antaranya sebilah badik sepanjang 35 sentimeter, pakaian yang dikenakan saat beraksi, serta satu unit sepeda motor matik Mio Sporty yang menjadi sarana mobilitasnya.

“Pelaku berinisial MA, usia 24 tahun, saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga telah mengamankan barang bukti dan memintai keterangan dari saksi-saksi untuk proses penyelidikan,” terang kapolsek.

Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat terus memupuk kepedulian lingkungan dan segera menekan nomor layanan Call Center 110 apabila melihat gelagat orang asing yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka. (mzk)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.