Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia, Sabtu (7/3/2026) setelah beberapa lama berjuang melawan kanker ginjal yang diidapnya.
Artis yang memiliki nama lengkap Oxavia Aldiano, memulai langkahnya di industri musik pada 2008 melalui album debut Pelangi di Malam Hari. Salah satu lagu dalam album tersebut, "Nuansa Bening", menjadi titik awal yang membuka jalan bagi Vidi untuk dikenal luas di dunia hiburan Indonesia.
Sejumlah lagu seperti "Status Palsu", "Cinta Jangan Kau Pergi", hingga "Tak Sejalan" menandai konsistensinya dalam berkarya sepanjang perjalanan kariernya. Namun di balik kesuksesan tersebut, Vidi juga menghadapi ujian berat dalam hidupnya. Pada 2019, ia didiagnosis menderita kanker ginjal stadium tiga.
Menjelang akhir 2025, ia akhirnya memutuskan untuk sejenak menepi dari aktivitasnya di dunia hiburan demi memprioritaskan kesehatan. Keputusan tersebut ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (1/11/2025) lalu.
"Gue memutuskan beberapa bulan ke depan untuk , untuk fokus pada pemulihan diri, dan gue sedang mempersiapkan album baru untuk tahun depan," tulisnya.
Sehari sebelum mengumumkan keputusan tersebut, Vidi sempat tampil di konser Laleilmanino & Friends yang diselenggarakan oleh Plainsong Live di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (30/10/2025).
Penampilan itu pun menjadi kali terakhir Vidi berdiri di atas panggung, sebelum akhirnya ia berpulang pada Sabtu (7/3/2026).
Lulusan S2 Kampus Top Inggris
Selain memiliki predikat penyanyi berkarakter vokal yang lembut, pria kelahiran Jakarta, 29 Maret 1990 itu juga dikenal sebagai salah satu artis berotak "encer".
Vidi pernah mengambil gelar master di University of Manchester, Inggris jurusan Innovation Management and Entrepreneurship. Ia berhasil menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 2 tahun sambil mengembangkan networking bisnis dengan menyandang predikat cum laude.
University of Manchester merupakan salah satu universitas negeri terkemuka di Inggris yang telah berusia 2 abad. Kampus ini masuk dalam jajaran 60 universitas terbaik dunia versi Times Higher Education.
"Dalam acara wisuda, saat disebutkan nama saya, hati saya langsung mengucap syukur kepada Allah SWT. Karena perjuangan saya membuat tesis yang tidak mudah akhirnya membuahkan hasil dengan predikat cum laude" ucap Vidi Aldiano, Rabu (15/7/2015) dikutip dari arsip detikHOT.





