Tribunlampung.co.id, Jakarta - Jenazah penyanyi Vidi Aldiano akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir setelah disalatkan terlebih dahulu di masjid dekat rumah duka pada Minggu (8/3/2026) pukul 09.00 WIB.
Hal tersebut disampaikan oleh sang ayah, Harry Aprianto Kissowo melalui unggahan di Instagram pribadinya @v8harrykiss.
Sebelumnya, penyanyi berusia 35 tahun itu meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 16.33 WIB setelah 6 tahun berjuang melawan penyakit kanker yang diidapnya,
Melalui unggahan Instagram pribadinya kala itu, Vidi menyebut penyakitnya sebagai hadiah dari Tuhan
Pemilik nama lengkap Oxavia Aldiano itu mengaku banyak perubahan yang ia alami.
"Hari ini tepat 6 tahun saya berkenalan dengan hadiah Tuhan berupa Kanker."
"Banyak perubahan sejak hari itu. Banyak prioritas berubah. Mindset shifted," tulis Vidi, dikutip dari Instagram @vidialdiano, Senin (15/12/2025).
Enam tahun mengidap kanker, Vidi Aldiano mengaku lebih mensyukuri hal-hal yang sebelumnya tak ia sadari dan menjadikan hal itu sebagai hikmah dalam kehidupan.
Vidi Aldiano memiliki nama asli Oxavia Aldiano. Ia dikenal dengan sebagai penyanyi solo Tanah Air.
Pelantun lagu Nuansa Bening dan Status Palsu itu, lahir di Jakarta, 29 Maret 1990. Artinya, tahun ini, ia memasuki usia 36 tahun.
Dikutip dari TribunnewsWiki.com, Vidi Aldiano mulai mengenal musik dari bimbingan ibunda, seorang guru piano.
Dulunya, orang tua Vidi Aldiano adalah pengisi acara musik di TVRI.
Ayahnya bernama Harry Kiss dan ibunya bernama Besbarini.
Sejak kecil, Vidi Aldiano memang telah mengenal alat musik piano.
Di usia balita, Vidi sudah menjadi juara kedua penyanyi di tingkat kanak-kanak.
Hingga Vidi Aldiano kerap diandalkan sebagai duta kesenian sekolah, sejak Sekolah Dasar (SD).
Di usia remaja, Vidi Aldiano melanjutkan pendidikannya di Universitas Pelita Harapan jurusan Teknik Elektro.
Ia berhasil menuntaskan pendidikan magisternya di University of Manchester, Inggris.
Mengenai kariernya, Vidi Aldiano mengawali kariernya sebagai penyanyi solo.
Pada tahun 2005, Vidi berpengalaman tampil di panggung Java Jazz.
Kariernya di dunia musik Indonesia pun diwarnai perjuangan. Vidi Aldiano pernah ditolak saat audisi 'Indonesian Idol' pada tahun 2006.
Bahkan, ia pernah ditolak enam perusahaan rekaman yang dikiriminya. Hingga pada 2008, seorang produser bersedia mengorbitkan Vidi Aldiano.
sumber: tribunnews.com