TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang Kepala Desa (Kades) Rahong, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, tengah memarahi salah satu oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Sosial (Dinsos) Lebak.
Kades tersebut memarahi oknum PNS Dinsos, lantaran diduga meminta sejumlah uang kepada warga saat hendak meminta bantuan membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk warga Desa Kadujajar, Kecamatan Malimping, sebesar Rp400 ribu.
Oknum PNS tersebut berinisial SN warga Kecamatan Bojong manik, yang bertugas di Kecamatan Malimping.
Saat dikonfirmasi, Kades Rahong, Ubed Jubaidi, membenarkan bahwa dirinya memarahi oknum PNS Dinsos yang meminta uang kepada warga Desa Kadujajar tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Oknum PNS berinisial SN meminta uang saat warga meminta bantuan dibuatkan SKTM diturunkan ke desil 5 dari desil 6 untuk membuat BPJS Kesehatan PBI keperluan melahirkan.
"Iya benar. Waktu itu ada warga Kadujajar, istrinya mau lahiran cuma desil nya desil 6, nah mau minta diturunin ke desil 5. Diminta uang sama oknum PNS Dinsos itu Rp400 ribu," bebernya dalam sambungan telepon, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Ramai Roti MBG Berjamur di SD Malnu Menes Pandeglang, KSPPG Bakti Mandiri : Sudah Diganti
Ia mengaku, baru mengetahui masalah tersebut setelah mendapatkan informasi dari Kades Kadujajar, bahwa warganya diminta uang Rp400 ribu.
"Saya tahu dari Kades Kadujajar, katanya warganya diminta uang saat minta dibuatkan SKTM untuk BPJS Kesehatan PBI itu. Nah saya langsung samperin itu orangnya, dan marahin oknum PNS Dinsos itu," ujarnya.
"Saya sempat nanya juga ke PNS Dinsos itu, sudah berapa lama bertugas di Malimping, katanya baru satu Minggu pengakuannya," tambahnya.
Ia mengungkapkan, korban yang diminta uang oleh oknum PNS Dinsos tersebut ternyata bukan hanya satu, bahkan bertambah.
"Setelah terungkap tuh, ternyata warga saya juga ada yang kena juga diminta uang sama dia," ujarnya.
Menurutnya, oknum PNS Dinsos itu bertugas untuk melakukan perbaikan BPJS Kesehatan PBI di masing-masing kecamatan.
"Kan sekarang mah petugas Dinsos itu satu orang satu kecamatan, buat perbaikan BPJS Kesehatan PBI," ujarnya.
Ia mengaku, sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Dinsos Lebak.
"Sudah saya laporkan, katanya mau ditindaklanjuti," pungkasnya.