Detik-Detik Tugboat Tenggelam di Batam hingga Evakuasi ABK Selamat Usai 3 Hari Terjebak
Glery Lazuardi March 08, 2026 11:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Kecelakaan laut terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard, Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau pada Jumat (6/3/2026) sore.

Sebuah kapal tugboat yang sedang memandu kapal untuk sandar dilaporkan terbalik saat cuaca buruk disertai angin kencang dan hujan deras.

Peristiwa yang diduga sebagai kecelakaan kerja tersebut melibatkan lima kru yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.

Dari lima kru tersebut, dua orang berhasil diselamatkan, tiga lainnya ditemukan meninggal dunia.

Tiga korban yang meninggal dunia diketahui bernama Abdul Rahman, Guntur Pardede, dan Jhonson Bartuahman Damanik.

Ketiganya telah dievakuasi dan dibawa ke RS Mutiara Aini untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Baca juga: Kru Tugboat Selamat Usai 38 Jam Terjebak di Kapal Terbalik Batam, Ditemukan Penyelam di Ruang Mesin

Kronologi Tugboat Terbalik di Batam Saat Pandu Kapal Malta

Kapolsek Batu Aji, Bayu Rizki, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB ketika kapal kargo berbendera Malta bernama Kyparissia bersiap melakukan proses sandar di kawasan galangan kapal tersebut.

Sesuai prosedur pelayaran, kapal berukuran besar itu dibantu oleh tugboat Mega untuk memandu dan mengendalikan manuver kapal menuju dermaga agar dapat bersandar dengan aman.

Namun sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi cuaca di perairan tiba-tiba memburuk.

Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut hingga membuat tugboat kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.

Belum diketahui secara pasti penyebab kapal tersebut terguling saat proses pemanduan berlangsung.

Penyelam Temukan Tiga Korban

Sekitar 15 menit setelah kejadian, tepatnya pukul 15.15 WIB, tim penyelam dari PT Global Marine Engineer langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban di sekitar kapal yang terbalik.

Dalam penyelaman awal tersebut, tim menemukan tiga kru kapal dalam kondisi meninggal dunia.

Ketiga korban yang meninggal dunia masing-masing adalah Abdul Rahman yang menjabat sebagai kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Johnson Bertuahman Damanik yang merupakan kru kapal.

Sementara itu, satu kru bernama M. Habib Ansyari berhasil selamat dari insiden tersebut.

Sedangkan satu kru lainnya, Yusuf Tankin, sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan di ruang mesin kapal setelah tiga hari terjebak

Baca juga: Menunggu Kapal Diangkat ke Darat, Satu Kru Tugboat yang Terbalik di Batam Belum Dievakuasi

Penyebab Terjadinya Kapal Terbalik

Kapolsek Batu Aji, Bayu Rizky Subagyo melalui Wakapolsek Andi Pakpahan menjelaskan bahwa kapal tugboat yang tengah memandu kapal untuk sandar tiba-tiba terbalik akibat cuaca ekstrem.  

“Benar telah terjadi dugaan kecelakaan kerja di perairan sekitar galangan kapal ASL. Tug boat yang sedang memandu kapal sandar terbalik saat cuaca hujan dan angin kencang,” ujar Andi.

38 Jam Terjebak di Tugboat Terbalik, Yusuf  Ditemukan Selamat

Setelah sempat dinyatakan hilang dan dicari selama lebih dari satu hari, kru kapal tugboat Mega, Yusuf Tankin akhirnya ditemukan selamat dalam operasi penyelamatan dramatis di kawasan galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjunguncang, Batuaji, Batam, Minggu (8/3/2026) pagi.

Korban merupakan satu dari lima kru yang berada di atas kapal saat insiden tugboat terbalik di perairan galangan kapal tersebut.

Sebelumnya, selama proses pencarian, tim SAR gabungan terus berupaya memastikan keberadaan korban yang diduga masih berada di dalam kapal.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kepulauan Riau, Dicky Wijaya mengatakan sejak awal tim fokus melakukan penarikan kapal ke tepi sebelum proses pengangkatan dilakukan.

“Untuk kru yang belum ditemukan, kita belum tahu keberadaannya apakah masih berada di dalam kapal atau sudah terbawa arus,” ujar Dicky, Sabtu (7/3/2026).

Saat itu posisi kapal sudah berada di area GT galangan PT ASL Shipyard Indonesia, namun tim SAR masih melakukan rapat koordinasi untuk menentukan langkah teknis pengangkatan kapal.

Di tengah proses pencarian tersebut, keluarga korban terus menunggu kabar dengan cemas.

Keponakan korban, Roy, bahkan menunggu perkembangan pencarian di sebuah warung kopi di pintu masuk kawasan galangan kapal sejak pagi.

Ia terus menerima telepon dari keluarga di Samarinda, Kalimantan Timur yang khawatir dengan kondisi pamannya.

“Saya tadi malam sudah ke perusahaan, tapi diarahkan ke rumah sakit. Paman saya tidak ada di sana, hari ini pencarian dilanjutkan,” kata Roy.

Penantian panjang itu akhirnya berbuah kabar baik. Tim SAR gabungan yang dipimpin Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli menemukan Yusuf di dalam ruang mesin kapal setelah kapal berhasil dibalikkan.

Korban diketahui mampu bertahan hidup selama sekitar 38 jam karena berada di ruang yang masih memiliki kantong udara atau air pocket.

“Setelah kapal berhasil kita balikkan, dilakukan pengecekan di lambung kapal dan tim gabungan melakukan penyelaman. Korban akhirnya ditemukan di ruang mesin,” ujar Fazzli.

Menurutnya, keberadaan kantong udara di ruang mesin kapal memungkinkan korban tetap bernapas hingga akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat.

“Alhamdulillah di dalam ruangan tersebut masih terdapat air pocket yang memungkinkan korban untuk bertahan hidup,” katanya.

Operasi penyelamatan tersebut melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, manajemen PT ASL Shipyard Indonesia serta instansi terkait di Batam.

Setelah ditemukan, Yusuf langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam untuk mendapatkan perawatan medis.

Perusahaan Tanggung Santunan dan Biaya Pemakaman Korban Tugboat Terbalik

Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan akan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga pemakaman korban dalam insiden kapal tugboat yang terbalik di perairan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh. Fatur Akbar mengatakan pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” kata Fatur dalam keterangan tertulis yang diterima di Batam, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan saat kejadian terdapat lima orang kru di dalam kapal tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain di kawasan galangan PT ASL Shipyard.

Menurut Fatur, hubungan kerja para kru berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal, bukan sebagai agen pelayaran. Karena itu, para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan tersebut.

“Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan manajemen PT ASL Shipyard. Kami adalah manajemen kru yang menyediakan awak kapal untuk digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden tugboat terbalik diduga terjadi akibat kondisi cuaca dan arus laut yang cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling.

Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.

“Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” kata Fatur.

Ia menambahkan pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh korban akan dimakamkan di Batam.

“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka sudah menerima penjelasan dari perusahaan,” ujarnya.

(TRIBUNBATAM/TRIBUNNEWS)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.