Revitalisasi Pasar Among Tani Kota Batu, Disiapkan Jadi Pusat Grosir, UMKM, dan Ekonomi Kreatif
Samsul Arifin March 08, 2026 01:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu menyiapkan langkah revitalisasi Pasar Induk Among Tani agar lebih ramai, modern, dan mampu menjadi pusat pergerakan ekonomi rakyat.

Rencananya pasar yang dibangun menelan anggaran APBN sebesar Rp 166,7 miliar itu akan dibuat menjadi pusat grosir, etalase produk UMKM, sekaligus ruang ekonomi kreatif yang didukung pemanfaatan teknologi digital.

Soal rancangannya, pemaparan draft konsep penguatan ekosistem Pasar Among Tani telah disampaikan ke Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu bersama komunitas Arek Enom Pasar dan perwakilan Batuversity pada Jumat (6/3/2026) lalu di Rumah Dinas Wali Kota.

Baca juga: Jamin Hak Pekerja, Disnaker Kota Batu Sidak Hotel dan Perusahaan Pastikan THR 2026 Cair Tepat Waktu

Wali Kota Batu Dukung Pengembangan Pasar Modern

Terkait rencana revitalisasi ini, Nurochman menyatakan dukungan terhadap gagasan pengembangan pasar yang lebih modern dan terintegrasi.

Ia menilai pendekatan yang mengedepankan solusi teknis dan orientasi masa depan merupakan langkah progresif untuk memperkuat peran pasar sebagai pusat ekonomi rakyat.

Baca juga: Harga Telur di Kota Batu Meroket Jelang Lebaran, Kelompok Peternak Ayam Sebut Murni Dinamika Pasar

“Konsep digitalisasi dan sistem pengelolaan yang ditawarkan kemarin sudah baik, namun harus terintegrasi. Arek Enom Pasar dan Batuversity harus berjalan bersama, tidak sendiri-sendiri,” kata Nurochman, Minggu (8/3/2026).

Pemkot Batu Siapkan Langkah Implementasi

Selain itu Nurochman juga meminta kesiapan data riil pedagang sebagai dasar perumusan kebijakan penataan pasar dan meminta perangkat daerah terkait segera menuntaskan pendataan jumlah pedagang, luas lapak, serta status hunian pasar agar proses penataan dapat berjalan transparan dan akuntabel.

Sementara itu Heli Suyanto memberikan komando kepada perangkat daerah untuk segera menyiapkan langkah implementasi yang konkret.

“Termasuk pemetaan anggaran serta simulasi model pengelolaan pasar yang berkelanjutan, agar transformasi pasar dapat memberikan dampak nyata bagi pedagang dan masyarakat,” jelas Heli Suyanto.

Saat pemaparan informasinya komunitas Arek Enom Pasar memaparkan sejumlah gagasan penguatan fungsi pasar sebagai pusat distribusi sekaligus etalase produk UMKM lokal.

 Sedangkan tim Batuversity menyampaikan konsep pengembangan pasar sebagai ruang publik kreatif yang memadukan revitalisasi fisik, aktivasi ruang komunitas, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk pedagang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.