TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Diperkirakan puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah akan terjadi pada tanggal 15 -16 Maret 2026 mendatang.
Kepala Kantor Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, mengatakan arus
mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui Pelabuhan Malundung Tarakan diprediksi mulai mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan.
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Tarakan memperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi secara bertahap, dengan puncaknya pada pertengahan bulan ini.
Ferdy Ronny Masengi menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak awal pekan depan, sebelum akhirnya mencapai puncak arus mudik.
Menurutnya, pola jadwal keberangkatan kapal sengaja diatur untuk menghindari penumpukan penumpang di pelabuhan.
“Kalau skema kami yang kami lihat dengan jadwal kapal yang tersedia, bahwa puncaknya sudah mulai ya, mulai pada tanggal 10 Maret besok.
Nah itu intens penumpang agak sedikit naik dibanding dengan pelayaran-pelayaran reguler sebelumnya,” ujar Ferdy.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni 2026 Tarakan-Parepare, Masih Ada Diskon Tiket usai Lebaran
Ia menambahkan, lonjakan penumpang diprediksi semakin meningkat hingga mencapai puncak pada tanggal 15 dan 16 Maret 2026.
Hal tersebut bertepatan dengan jadwal keberangkatan dua kapal penumpang utama milik Pelni dari Tarakan.
“Secara khusus untuk puncaknya kami lihat intens penumpang itu nanti adanya di tanggal 15 dan 16 Maret, keberangkatan KM Bukit Siguntang di tanggal 15, dan keberangkatan KM Lambelu di tanggal 16 Maret,” jelasnya.
Ferdy menuturkan, pengaturan jadwal tersebut merupakan bagian dari strategi Pelni untuk mengurai kepadatan calon penumpang di pelabuhan.
Dengan pola keberangkatan yang dibuat berjenjang, diharapkan tidak terjadi penumpukan penumpang pada satu waktu tertentu.
“Kenapa pola skema kami itu, kapal kami dibuat demikian supaya kami bisa mengurai terjadinya penumpukan, tidak terjadinya kepadatan penumpang pada saat keberangkatan sehingga penumpang itu kami pecah,” katanya.
Untuk pelayanan di Tarakan sendiri, Pelni masih menggunakan pola operasional yang sama seperti pada periode angkutan lebaran Idul Fitri tahun sebelumnya.
Ferdy menyebutkan, jumlah armada yang disiapkan tetap mengandalkan kombinasi kapal penumpang, kapal perintis hingga kapal rede.
“Untuk Pelabuhan Tarakan sendiri kami masih menggunakan pola seperti tahun kemarin, yaitu dengan jumlah kapasitas dua kapal penumpang tipe TP2000, satu kapal perintis TP400 dan satu kapal rede dengan kapasitas sekitar 80 penumpang,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, total terdapat empat unit kapal yang akan melayani penumpang dari dan menuju Tarakan selama periode angkutan lebaran Idul Fitri.
Adapun armada yang disiapkan yakni kapal penumpang KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu.
Kemudian satu kapal perintis yaitu KM Sabuk Nusantara 97, serta satu kapal rede yaitu KM Ganda Nusantara 05.
Ferdy memastikan seluruh armada yang disiapkan untuk melayani penumpang selama musim mudik lebaran Idul Fitri telah dalam kondisi siap beroperasi.
Khusus untuk kapal perintis dan kapal rede, keduanya telah menyelesaikan proses docking sebelum memasuki masa angkutan lebaran Idul Fitri.
“Dari kapal Sabuk Nusantara 97 dan Ganda sudah melakukan docking kemarin, sudah selesai dan kapal sudah siap beroperasi.
Kemarin di tanggal 4 kapal sudah masuk, dan beroperasi secara menyeluruh,” ungkapnya.
Baca juga: Tiket Kapal Pelni dari Tarakan untuk Mudik Maret Ini Ludes Terjual, Ferdi: Seat Sudah Terisi Semua
Sementara untuk kapal penumpang utama milik Pelni, seluruhnya juga telah melalui proses pemeriksaan kelayakan atau ramp check di sejumlah pelabuhan besar di Indonesia.
“Kemudian kapal penumpang kami yaitu KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu itu sudah melaksanakan ramp check di beberapa pelabuhan, di antaranya pelabuhan Makassar dan pelabuhan Balikpapan,” katanya.
Ia menjelaskan, proses ramp check tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak jauh hari sebelum periode angkutan lebaran Idul Fitri dimulai.
“Itu ramp check sendiri sudah dimulai pada akhir Desember kemarin.
Jadi ketika Maret ini sudah tidak ada lagi pelaksanaan ramp check, karena kapal itu sudah harus siap untuk melaksanakan penugasan angkutan mudik lebaran Idul Fitri itu sendiri,” jelas Ferdy.
Tidak hanya di Tarakan, Pelni juga telah menyiapkan puluhan kapal di seluruh Indonesia untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran tahun ini.
Secara nasional, perusahaan pelayaran pelat merah tersebut mengoperasikan sekitar 55 unit kapal.
Armada tersebut terdiri dari 25 kapal penumpang, dan 30 kapal perintis yang akan melayani berbagai rute pelayaran di seluruh wilayah Indonesia.
"Dengan kesiapan armada serta pengaturan jadwal yang telah disusun, Pelni berharap pelayanan angkutan mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah