TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG - Dari pada terlibat tawuran atau balap liar, ratusan pelajar SMP hingga SMA di Ogan Komering Ilir memilih memacu adrenalin di lintasan lari 100 meter.
Lewat gelaran kegiatan Kayuagung Run Away, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI) sukses ciptakan panggung positif bagi remaja menyalurkan energi berlebih mereka setelah melaksanakan salat tarawih.
Ditengah suasana bulan Ramadan, kegiatan menjadi wadah strategis untuk menyalurkan energi berlebih para remaja ke arah yang positif.
Sepanjang lintasan sorak sorai penonton menciptakan atmosfer kebersamaan hangat, sekaligus berikan alternatif hiburan sehat setelah pelaksanaan salat tarawih pada Sabtu (7/3/2026) malam.
Sebelum bendera start dikibarkan, para peserta diwajibkan mengikuti sesi pemanasan (stretching) yang dipandu oleh panitia.
Langkah ini menjadi prosedur tetap untuk memastikan keamanan dan meminimalisir resiko cedera bagi para pelari muda tersebut.
Baca juga: Detik-detik Puting Beliung Terjang Air Sugihan OKI, Atap Sekolah Hilang hingga Pondasi Rumah Miring
Baca juga: Jelang Idulfitri, Disdag OKI Sidak ke SPBU, Pangkalan LPG Hingga Kantor Ekspedisi, Cegah Kecurangan
Dalam sambutannya Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menekankan pentingnya menyediakan ruang publik konstruktif bagi generasi muda agar tidak terjerumus dalam aksi kenakalan remaja.
"Kegiatan ini sarana penting bagi anak-anak muda kita. Ketika ruang publik dipenuhi kegiatan positif seperti olahraga ini, maka secara otomatis ruang bagi aktivitas negatif seperti tawuran atau balap liar akan semakin sempit," tegas Muchendi Mahzareki.
Lebih lanjut, Bupati yang dikenal dekat dengan kaum muda ini menambahkan gelaran cerminkan wajah OKI yang dinamis.
"Ini adalah bukti bahwa Kabupaten OKI merupakan wilayah yang sehat, aman dan penuh kebersamaan. Kita ingin semangat sportivitas ini terus terjaga selama bulan suci Ramadan hingga seterusnya," imbuhnya.
Dengan adanya Kayuagung Run Away, potensi gangguan keamanan gesekan antar kelompok remaja dapat ditekan secara signifikan.
"Kami berharap melalui pembinaan generasi muda berkelanjutan seperti ini, suasana Ramadan di Bumi Bende Seguguk tetap terjaga kekhusyukannya dan melahirkan bibit-bibit atlet lari berbakat jalur kompetisi komunitas," pungkasnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com