Sempat Terekam CCTV Saat Dibuang, Begini Kondisi Bayi yang Ditemukan di Tong Sampah Bekasi
Desy Selviany March 08, 2026 04:50 PM

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra


TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI UTARA - Terekam CCTV seorang perempuan diduga membuang bayi di tempat sampah Perumahan Tytyan Kencana, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, diduga pelaku pembuangan bayi merupakan seorang perempuan yang juga diduga sebagai ibu kandungnya.

Dalam rekaman tersebut, perempuan itu terlihat sempat berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya meninggalkan bayi di tempat sampah yang berada di depan rumah warga.

Diketahui bahwa sosok perempuan dalam rekaman CCTV tersebut diperkirakan masih berusia muda, sekitar 30 hingga 35 tahun.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik hitam. Saat ditemukan, tubuh bayi tampak membiru diduga karena kedinginan. 

Keesokan harinya Jumat (6/3/2026) bayi ditemukan seorang warga yang hendak memberi makan kucing di depan rumahnya. 

Sementara itu bayi yang ditemukan di tempat sampah di Perumahan Tytyan Kencana, Bekasi Utara dipastikan sehat.

Kondisi bayi yang sempat dibuang di tempat sampah itu diungkapkan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi pada Minggu (7/3/2026).

Baca juga: Kondisi Bayi yang Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Bekasi Membaik

Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, mengatakan, hal itu adalah kabar baik karena saat pertama ditemukan pada Jumat (6/3/2026) malam, kondisi bayi sempat membiru. 

Meski demikian, bayi tersebut saat ini masih perlu mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

"Bayi itu saat ini di RSUD, pihak RSUD juga melakukan observasi, apakah ada penyakit atau apa, sembari bayi juga pemulihan, karena kan sempat biru kondisinya, tapi sekarang alhamdulillah perlahan membaik," kata Novrian kepada Tribun Bekasi saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Novrian menjelaskan, sembari menunggu hasil observasi dari RSUD, pihaknya juga masih menunggu adanya laporan dari keluarga bayi atau masyarakat yang mengetahui kronologis kejadian.

Jika nantinya sudah ada laporan, akan dilakukan asesmen terhadap keluarga bayi.

"Kami berharap ada pihak keluarga yang mau melapor, mengadu, biar nanti anak ini bisa diurus ama keluarga, kalau diurus ada keluarga datang, kami akan asesmen, kami akan kasih edukasi pendidikan," jelasnya.

Novrian menuturkan, asesmen dan edukasi nantinya perlu dilakukan guna menjaga masa depan bayi dan orangtua.

Jika abai, sehingga bayi ditelantarkan, maka orangtua dapat dikenakan hukuman.

"Ketika nanti dikembalikan pun jangan disia-siakan, karena ada konsekuensi hukum ketika anak ditelantarkan, kami juga harus tetap memantau itu, jika anak tak ada yang mengurus, KPAD akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pengurusan bayi nanti di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat," tuturnya.

Sebagai informasi, peristiwa penemuan bayi itu sempat viral di Sosial Media (Sosmed) instagram.

Bayi itu ditemukan dengan kondisi diselimuti kain dan dibungkus plastik kresek berwarna hitam.

Saat kejadian, pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota, dan Polsek Bekasi Utara langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Selanjutnya, bayi tersebut dibawa petugas dan warga sekitar kejadian ke Klinik Cahaya Amalia, Kecamatan Bekasi Utara, untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.