Pemilik Salon di Kebun Beler Bengkulu Lapor Polisi, Ngaku Dipukul Tetangga Pakai Kuali
Ricky Jenihansen March 08, 2026 04:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Seorang pemilik salon di Kota Bengkulu bernama Ely Destiana, warga Kelurahan Kebun Beler, Kecamatan Ratu Agung, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri setelah terjadi cekcok terkait aktivitas menelepon di rumah.

Saat ditemui di kediamannya pada Minggu (8/3/2026), Ely menceritakan kronologi kejadian yang menurutnya terjadi secara tiba-tiba hingga berujung dugaan penganiayaan.

Menurut Ely, peristiwa tersebut bermula ketika dirinya sedang memasak di dapur sambil melakukan panggilan video dengan kakaknya.

Setelah itu, ia juga sempat melanjutkan percakapan melalui telepon dengan pacarnya.

“Waktu itu saya lagi masak sambil video call kakak saya, lalu lanjut teleponan dengan calon saya,” ujar Ely saat menceritakan kejadian tersebut.

Namun aktivitas menelepon tersebut rupanya membuat tetangganya merasa terganggu.

Ely mengatakan dapur rumahnya dan dapur rumah terlapor hanya dipisahkan oleh dinding triplek sehingga suara dari dalam rumah bisa terdengar cukup jelas.

Menurut Ely, tetangganya kemudian menegur dirinya dan meminta agar tidak terus-menerus berbicara melalui telepon.

“Terlapor bilang merasa terganggu dan menyuruh saya jangan sibuk teleponan terus,” kata Ely.

Tetangga Putar Musik Keras

Ely mengaku sempat berusaha tetap melanjutkan percakapannya.

Namun tidak lama kemudian, terlapor justru memutar musik menggunakan speaker dengan suara cukup keras.

“Terlapor menyetel lagu pakai speaker dan suaranya keras sekali, jadi malah mengganggu saya yang sedang telepon,” jelasnya.

Situasi tersebut akhirnya memicu cekcok mulut antara Ely dan tetangganya.

Adu argumen pun tidak terhindarkan hingga membuat terlapor mendatangi rumah Ely.

Menurut Ely, tetangganya kemudian masuk hingga ke bagian dapur rumahnya.

“Saat itu dia datang ke dapur tempat saya masak,” ungkapnya.

Ely mengaku sempat mencoba meredakan situasi dengan meminta tetangganya agar tidak terlalu mencampuri urusannya.

“Saya bilang sudah lah, jangan banyak ikut campur,” kata Ely.

Namun ucapan tersebut justru membuat terlapor semakin emosi.

Diduga Dipukul Menggunakan Kuali

Ely mengungkapkan bahwa setelah cekcok tersebut, terlapor tiba-tiba melemparkan sendok ke arahnya.

“Dia langsung melempar sendok ke arah saya dan mengenai bahu saya,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, Ely mengaku terlapor kemudian mengambil sebuah kuali yang ada di dapur dan memukulnya berulang kali.

Ely menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan perlawanan saat kejadian tersebut terjadi.

“Saya tidak membalas sama sekali,” ujarnya.

Suami Terlapor Datang dan Marah

Setelah peristiwa tersebut, Ely mengatakan bahwa suami dari terlapor sempat datang ke lokasi kejadian.

Namun bukannya meredakan situasi, suami terlapor justru ikut memarahi dirinya.

Ia juga mengaku sempat mendapat ancaman dari suami terlapor sehingga membuat dirinya merasa takut dan tidak aman berada di rumah.

"Dia bilang "gimana kalau kita bunuh saja dia (pelapor) ini, baru setelah itu kita pindah". Kalimat tersebut membuat saya merasa terancam," kata Ely.

Dilaporkan ke Polisi

Merasa menjadi korban penganiayaan dan merasa terancam, Ely akhirnya memilih untuk meninggalkan rumahnya dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Ia kemudian membuat laporan resmi ke Polsek Ratu Agung agar kasus tersebut dapat diproses secara hukum.

“Saya tidak terima atas kejadian ini dan merasa terancam, jadi saya langsung pergi melapor ke Polsek Ratu Agung,” ujar Ely.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.