Cerita Dibalik Lagu Ramadan Jepang Jowo Karya Hendra Kumbara, Terinspirasi Anime
rival al manaf March 08, 2026 04:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Musisi Jawa, Hendra Kumbara, kembali merilis lagu bertema Ramadan dengan gaya musik khas yang ia sebut sebagai “Jepang-Jawa”.

Pada Ramadan 2026 ini, ia menghadirkan single terbaru berjudul Rasido Bali yang mengangkat kisah para perantau yang tidak bisa pulang kampung saat bulan puasa.

Konsep musik “Jepang Jawa” sendiri sebenarnya bukan hal baru bagi Hendra. Ia mengaku sudah mulai mengembangkan konsep tersebut sejak 2016 bersama beberapa rekannya. 

Baca juga: Komunitas Espart Wonosobo Latih Warga Berani Bicara Bahasa Inggris, Dukung Pariwisata Lokal

Baca juga: Pulang Nonton Lomba Lari, 3 Pelajar di Salatiga Dikejar Sekelompok Orang Dengan Golok

Namun proyek itu sempat vakum karena kesibukan masing-masing personel.

“Konsep Jepang Jawa itu sebenarnya sudah lama. Dulu sekitar 2016 saya bikin dengan teman-teman, tapi sempat vakum karena mereka sibuk. Lalu saya lanjutkan lagi beberapa tahun kemudian,” kata Hendra.

Pada 2019, ia kembali merilis lagu bertema Ramadan berjudul Abab Poso. 

Lagu tersebut mendapat respons cukup baik dari pendengar dan mulai memunculkan komentar warganet yang meminta Hendra rutin merilis lagu khusus Ramadan.

Melihat respons tersebut, ia kemudian merilis lagu lain bertema serupa, yakni Kawanen Sahur pada 2023. 

Lagu itu bahkan menjadi salah satu karya yang paling banyak didengar, terlebih setelah di-cover oleh musisi populer seperti Denny Caknan dan Ndarboy Genk.

“Alhamdulillah Kawanen Sahur diterima masyarakat. Bahkan sempat di-cover beberapa musisi dan jadi makin dikenal,” ujarnya.

Pada Ramadan tahun ini, Hendra kembali menghadirkan karya baru berjudul Rasido Bali.

Lagu tersebut menceritakan realitas para pekerja perantauan yang harus tetap bertahan di kota karena kondisi ekonomi, sehingga tidak bisa pulang saat Ramadan.

Menurutnya, tema tersebut terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.

“Cerita di lagu ini tentang perantau yang kerja di kota tapi uangnya belum cukup untuk pulang. Jadi akhirnya tetap di kota saat puasa. Ceritanya cukup relate dengan kondisi banyak orang,” katanya.

Inspirasi musik “Jepang Jawa” yang ia usung juga berasal dari masa kecilnya yang akrab dengan budaya Jepang, terutama film dan anime.

Hendra mengaku sejak kecil sering menonton anime seperti Doraemon, Shin-chan, hingga Dragon Ball. 

Soundtrack anime tersebut kemudian memengaruhi selera musiknya.

Selain itu, ia juga banyak mendengarkan musik rock Jepang seperti karya L'Arc~en~Ciel, yang membuatnya tertarik menggabungkan progresi musik Jepang dengan lirik berbahasa Jawa.

“Saya banyak terinspirasi dari soundtrack anime dan lagu Jepang. Progresinya khas rock Jepang, tapi saya kasih lirik Jawa,” jelasnya.

Ia juga mengaku sengaja menggunakan bahasa Jawa karena lebih nyaman dibanding bahasa Indonesia. 

Menurutnya, penggunaan bahasa daerah justru menjadi ciri khas yang membedakan musiknya dari genre Jawa lain seperti campursari atau lagu ambyar.

Dengan perpaduan tersebut, Hendra melihat segmen pendengar baru mulai terbentuk, terutama dari kalangan anak muda yang menyukai budaya Jepang.

“Anak-anak yang suka Jepang atau anime akhirnya tertarik karena musiknya mirip yang mereka suka, tapi liriknya Jawa. Jadi ada pendengar baru,” ujarnya.

Sejauh ini, Hendra telah merilis sekitar delapan lagu dalam konsep Jepang Jawa. Tiga di antaranya khusus bertema Ramadan, yakni Abab Poso, Kawanen Sahur, dan Rasido Bali.

Meski begitu, ia mengaku tidak berencana merilis banyak lagu sekaligus dalam satu bulan Ramadan.

Menurutnya, satu lagu saja cukup asalkan didukung dengan konten kreatif di media sosial agar lebih mudah dikenal masyarakat.

“Sekarang rilis lagu tidak cukup hanya merilis. Harus ada konten dan gimmick juga supaya orang notice. Jadi lebih baik satu lagu tapi kontennya diolah terus,” katanya.

Ke depan, Hendra berencana tetap konsisten merilis lagu bertema Ramadan setiap tahun.

“Insyaallah setiap Ramadan akan ada lagu baru lagi,” ujarnya. (Rad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.