Pencarian Bocah Tenggelam di Muara Sungai Serang: Fokus TKP, Jembatan Glagah, Pemecah Gelombang
Yoseph Hary W March 08, 2026 05:01 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Tim SAR (Search And Rescue) saat ini masih melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di muara Sungai Serang, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Kulon Progo. Pencarian dimulai sejak Sabtu (07/03/2026).

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko menyampaikan operasi pencarian dilanjutkan pada Minggu (08/03/2026).

"Operasi pencarian kami lakukan sejak pagi dan sampai siang ini belum ditemukan," kata Aris melalui aplikasi WhatsApp.

Fokus pencarian

Ia mengatakan upaya pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Seperti area muara Sungai Serang ke utara sampai Jembatan Glagah serta area pemecah gelombang di wilayah Kalurahan Karangwuni, Wates sampai Kalurahan Glagah, Temon.

Aris pun memastikan bahwa operasi pencarian akan masih terus berlangsung sampai korban ditemukan. Operasi pencarian bisa berlangsung selama sepekan.

"Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi pencarian bisa berlangsung selama 7 hari," ujarnya.

Tenggelam saat bermain

Adapun korban hilang tenggelam berinisial BN (9), pelajar asal Wates. Ia diduga tenggelam di sekitar muara Sungai Serang saat sedang bermain dengan teman-temannya.

BN diperkirakan tenggelam sekitar pukul 12.30 WIB, Sabtu siang. Namun baru diketahui sekitar pukul 16.00 WIB setelah diungkapkan oleh salah satu temannya, lantaran BN tak kunjung pulang ke rumah.

"Korban diduga tenggelam karena bermain air saat sedang terjadi peralihan surut ke pasang di muara Sungai Serang," jelas Koordinator Pos Basarnas Kulon Progo, Seto Satrio.

Seto mengatakan upaya pencarian mengandalkan 4 tim Search And Rescue Unit (SRU). SRU 1 fokus penyisiran ke arah utara dengan radius satu kilometer ke hulu Sungai Serang, menggunakan perahu jukung dari titik tenggelam di selatan ke utara.

Sedangkan SRU 3 dan 4 fokus untuk penyisiran di jalur darat, seperti area pemecah ombak Karangwuni dan pemecah ombak Pantai Glagah. Terakhir ada SRU 2 yang difokuskan untuk penyelaman.

"Pencarian mengandalkan tim gabungan dari Basarnas, SAR Linmas, kepolisian, TNI, dan relawan," ujar Seto.

Ia pun berharap upaya pencarian berjalan lancar dan tidak terkendala cuaca. Sekaligus berharap agar BN segera ditemukan.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.