SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Hubungan romantis Kesultanan Aceh Darussalam dengan Kekhalifahan Turki Usmani (Ottoman) mendorong rasa ingin tahu dari banyak kalangan muda di Turki, baik dari kalangan akademisi, politisi hingga pengusaha.
Pengusaha muda berdarah Turki asal Jerman, Mert Temel (30), adalah salah satu yang sangat minat untuk mengetahui hubungan Turki – Aceh masa lalu.
Pemuda tampan ini secara khusus datang ke Aceh pada Ramadhan 2026, menelusuri berbagai tempat bersejarah, termasuk menemui kolektor manuskrip dan benda-benda bersejarah, Tarmizi A Hamid alias Cek Midi.
“Romantisme Ottoman - Aceh Darussalam masa lampau mendorong saya datang ke Aceh,” ujar Mert Temel saat menemui Cek Midi dan tim Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Masjid Haji Harun Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Kerajaan Aceh Punya Dua Istana, Begini Kisah Sultan Mengungsi dari Kraton ke Keumala Dalam
“Ramadhan 2026 ini adalah kunjungan kedua saya ke Aceh. Sebelumnya yaitu pada 2019 saya juga datang ke Aceh untuk melihat Aceh,” ujar pengusaha ramah yang telah mengelilingi 50 negara ini.
Sejak dua tahun terakhir, Mert Temel bermukim di NTT untuk keperluan bisnis konstruksi. Kali ini, dari NTT dia terbang ke Aceh untuk menikmati suasana Ramadhan Karim.
“Saya jatuh cinta dengan Aceh karena orangnya baik, ramah, tidak individualis. Sangat berbeda dengan masyarakat Eropa,” ujarnya.
“Saya sangat tertarik dengan sejarah, terutama terkait hubungan Aceh - Turki di masa lalu,” sambung pria murah senyum ini dalam pertemuan yang ikut dihadiri alumni Universiti Utara Malaysia (UUM) Hasan Basri M. Nur, Muliadi dan Aulia Rizki.
Mert Temel berasal dari keluarga pengusaha dan menguasai enam bahasa yaitu Jerman, Inggris, Turki, Spanyol, Arab dan Indonesia.
Saat ini dia sedang belajar bahasa Aceh dan sudah mulai mempraktikkannya. Lon galak jep i u (saya suka minum air kelapa),” kata Mert Temel.
Cek Midi secara khusus mengundang Mert Temel pada acara buka puasa bersama KWPSI di Masjid HKL.
“Tujuan undangan ini agar Mert Temel ikut merasakan suasana buka puasa bersama orang Aceh. Ini adalah bagian peumulia jamee,” ujar Tarmizi A Hamid alias Cek Midi.
Baca juga: Gubernur Dukung Rencana Produksi Film Kesultanan Aceh-Ottoman, Siap Libatkan Tim Sejarah Terbaik
Cek Midi bercerita panjang lebar tentang romantisme Turki – Aceh pada era kesultanan, sebelum lahirnya NKRI.
“Termasuk kisah dan kontribusi Baba Daud Rumi yang makamnya terdapat di seputaran Kampung Mulia Banda Aceh, selain bantuan teknologi militer dari Turki,” ujar Cek Midi.
Cek Midi juga mengundang Mert Temel untuk berkunjung ke Rumoh Manunskrip Aceh miliknya di kawasan Ie Masen Kayee Adang Banda Aceh.
“Kita berharap ke depan terjalin titian muhibbah Aceh dengan Turki via Mert Temel,” sebut Cek Midi.(*)
Baca juga: Cek Midi Paparkan Kandungan Manuskrip Aceh di Simeulue : Smong Adalah Kearifan Lokal Paling Tinggi