TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah-DIY Taufik Kurniawan memastikan stok BBM aman.
Pihaknya telah melakukan menjaga stok BBM hingga 15 sampai 20 kali lipat dari konsumsi harian di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kami jaga stok BBM itu di level 15 sampai 20 kali lipat konsumsi normal setiap harinya.
Baca juga: Sekda Wonosobo Tekankan Sinergi Jelang Idulfitri 2026, Konsumsi BBM dan LPG Diproyeksi Meningkat
Baca juga: Resmi Naik, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Senin 9 Maret 2026, Cek Pertamax dan Dexlite
Jadi, dalam 1 hari ada lonjakan konsumsi sampai dengan 15 kali-20 kali lipat pun kami masih sanggup mengatasi," ujar Taufik kepada Tribun selepas rapat koordinasi Rapat koordinasi Menjaga Kondusifitas Wilayah Jawa Tengah menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 di Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (9/3/2026).
Ia merinci, pertalite konsumsi harian di wilayahnya mencapai 8.391 juta liter.
Diprediksi akan naik sekitar 30 persen menjelang lebaran. Kemudian untuk solar konsumsi normalnya 6.342 juta liter yang diprediksi akan turun 12?ri konsumsi harian jelang lebaran.
Sementara, ia tidak menyebutkan secara rinci untuk konsumsi Pertamax
"Pertamax konsumsi akan naik sebesar 31 persen, Pertamax turbonya 53 persen," bebernya.
Kenaikan paling banyak dialami oleh BBM jenis Pertamax. Menurut Taufik, kenaikan ini karena pemudik memilih menggunakan BBM non subsidi demi menjaga performa kendaraannya yang melakukan perjalanan jauh.
"Pemudik secara psikologis itu takut kenapa-kenapa ketika perjalanan jauh sehingga mereka memilih bahan bakar yang berkualitas," katanya.
Taufik memastikan pula kebutuhan BBM bagi pemudik bisa tersuplai dengan baik. Pihaknya telah menyediakan sebanyak 30 SPBU siaga 24 jam di jalur tol.
Fasilitas dukungan lainnya yaitu ada 57 mobil tangki standby atau mobil storage yang berfungsi untuk memangkas waktu tempuh dari supply poin utama.
"Jadi kalau SPBU itu mengalami kritis belum sampai kosong yang mobil tangki terdekat tadi langsung supply ke SPBU tersebut," ucapnya.
Di sisi lain, Pertamina juga menjaga agar tidak terjadi panic buying yaitu perilaku konsumen membeli BBM dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari biasanya secara mendadak di tengah masyarakat akibat isu kelangkaan BBM.
Taufik menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjaga agar tidak terjadi panic buying.
"Wilayah Jateng aman tidak ada yang panic buying. Alhamdulillah berkat dukungan dari forkopimda baik di level provinsi maupun kota kabupaten," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut, stok BBM di Jateng sudah mencukupi hingga lebaran nanti.
Hasil ini diperoleh selepas pihaknya melakukan pemeriksaan ke sejumlah titik SPBU dan rapat dengan Pertamina. "Pekan kemarin, Gus Yasin (Wagub Jateng) sudah ngecek di lapangan, kemudian hari ini (Senin, 9 Maret) dari perwakilan Pertamina juga menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan," paparnya. (Iwn)