TRIBUNKALTENG.COM - Agenda Libur lebaran 2026 pemerintah resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.
Sementara Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 H.
Baca juga: Harga Emas Hari ini Prediksi 10-11 Maret 2026, Cek Update Antam, UBS dan Galeri24
Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Berdasarkan dokumen resmi tersebut , Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada:
Sabtu, 21 Maret 2026 – Libur Nasional Idul Fitri
Minggu, 22 Maret 2026 – Libur Nasional Idul Fitri
Selain itu, pemerintah juga menetapkan cuti bersama Idul Fitri 2026 pada tanggal berikut:
Jumat, 20 Maret 2026
Senin, 23 Maret 2026
Selasa, 24 Maret 2026
Dengan kombinasi tersebut, masyarakat menikmati libur panjang sejak Jumat hingga Selasa (20–24 Maret 2026), yang berdekatan dengan akhir pekan.
Menariknya, periode ini juga berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, yakni:
Rabu, 18 Maret 2026 – Cuti Bersama Nyepi
Kamis, 19 Maret 2026 – Libur Nasional Nyepi
Artinya, jika dihitung secara keseluruhan, rentang 18 hingga 24 Maret 2026 menjadi periode yang sangat potensial untuk libur panjang.
Selain menetapkan libur nasional dan cuti bersama, pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Jadwal WFA Lebaran 2026 adalah:
16–17 Maret 2026 (Senin–Selasa): WFA arus mudik
25–27 Maret 2026 (Rabu–Jumat): WFA arus balik
Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Dalam maklumat itu dijelaskan bahwa 1 Syawal 1447 H bertepatan dengan Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi.
Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah.
Tahun ini, Muhammadiyah juga menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sistem penanggalan yang mengusung prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia agar kalender Islam dapat disusun secara sistematis dan terprediksi.
Bagi warga Muhammadiyah, kepastian tanggal ini menjadi pegangan penting untuk mempersiapkan Salat Id, kegiatan keluarga, hingga rencana mudik.
Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah, kemudian pelaksanaan sidang isbat dan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Menteri Agama.
Pengumuman hasil sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H bakal disiarkan secara langsung oleh Kementerian Agama.
(Tribunkalteng.com)