TRIBUNMANADO.CO.ID - Sisi kebaikan penyanyi Vidi Aldiano akhirnya terungkap setelah kepergiannya.
Sejumlah warga di lingkungan tempat tinggalnya membagikan cerita tentang sikap baik sang musisi selama hidup.
Suami artis Sheila Dara tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya selama sekitar enam tahun.
Kabar duka ini mengejutkan banyak orang, termasuk para tetangga yang tinggal di sekitar rumahnya.
Selama menjalani pengobatan, Vidi Aldiano diketahui sering membagikan perjalanan perjuangannya melawan penyakit melalui akun Instagram pribadinya.
Penyanyi bernama lengkap Oxavia Aldiano itu dikenal terbuka kepada para penggemarnya mengenai kondisi kesehatannya.
Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhir pada usia 35 tahun pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 16.33 WIB di Jakarta.
Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemar yang mengenalnya lewat karya-karya musik.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Vidi Aldiano dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik hati.
Hal itu disampaikan oleh beberapa tetangga serta ketua RT setempat.
Salah satu warga, Ika Mardiana, mengatakan bahwa meskipun jarang berinteraksi karena kesibukannya di dunia hiburan, Vidi tetap dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan.
“Untuk saya pribadi sebagai tetangga di sini, dia orangnya baik ya. Walaupun memang kesibukannya banyak jadi jarang berinteraksi,” kata Ika dikutip Reyben Entertainment, Minggu (8/3/2026).
Ika menuturkan bahwa setiap kali bertemu di lingkungan sekitar rumah, Vidi selalu menyapa dengan ramah.
Ia bahkan sering memberikan sesuatu kepada warga saat momen Lebaran sebagai bentuk ucapan Idul Fitri.
“Kalau tidak sengaja ketemu, ya ada tegur sapa, senyum. Kalau ada momen Lebaran juga sering kasih sesuatu sebagai ucapan Idul Fitri,” ujarnya.
Menurut Ika, Vidi sudah tinggal di kawasan tersebut sekitar empat hingga lima tahun.
Ia juga beberapa kali terlihat berbincang santai dengan warga saat ada kegiatan lingkungan seperti perayaan Hari Kemerdekaan.
“Pernah juga ngobrol saat kumpul warga. Orangnya ramah dan enak diajak bicara,” katanya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh ketua RT setempat yang mengenal Vidi sebagai pribadi yang sopan dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, Vidi kerap memberikan bantuan ketika ada kegiatan warga.
“Kalau Vidi Aldiano itu orangnya baik. Kalau ada acara lingkungan juga dia pasti membantu,” ujar ketua RT.
Ketua RT menyebut sang penyanyi sudah cukup lama tinggal di lingkungan tersebut, bahkan diperkirakan sekitar sepuluh tahun.
Ia juga mengungkapkan bahwa Vidi pernah ikut berpartisipasi dalam kegiatan warga, terutama saat perayaan 17 Agustus.
“Waktu 17 Agustus kemarin juga ikut partisipasi. Dia biasanya membantu dengan memberi makanan, minuman, atau logistik untuk kegiatan warga,” jelasnya.
Meski kesibukan di dunia hiburan membuatnya jarang terlihat di lingkungan, Vidi tetap dikenal ramah ketika bertemu warga.
“Kalau ketemu pasti nyapa. Orangnya sopan banget, ramah,” katanya.
Selain dikenal oleh tetangga, banyak masyarakat juga mengenal Vidi Aldiano melalui berbagai lagu populer yang pernah dirilis dan digemari oleh banyak kalangan.
Salah seorang pria mengatakan dirinya mengenal Vidi sejak lagu Status Palsu populer saat ia masih duduk di bangku SMA.
Sementara warga lain mengingat lagu Nuansa Bening sebagai salah satu karya Vidi yang paling melekat di ingatan mereka.
“Lagu itu yang syutingnya di lapangan tenis. Dulu sering banget didengar,” ujar seorang warga.
Selain dua lagu tersebut, beberapa orang juga menyebut lagu lain seperti Gadis Genit yang ikut memperkenalkan nama Vidi di industri musik Indonesia.
Tak hanya tetangga, diam-diam Vidi Aldiano kerap memberikan donasi ke lembaga penggalangan dana Kitabisa.
Setelah Vidi meninggal, platform penggalangan dana itu mengungkap bukti kebaikan sang artis kepada sesama.
Lewat postingan Kitabisa, Vidi cukup sering berdonasi dan membantu berbagai pihak yang membutuhkan.
“Kitabisa bersaksi bahwa Vidi Aldiano orang baik,” tulis platform tersebut, dilansir Minggu, 8 Maret 2026.
Selain itu, Vidi juga beberapa kali membuat kampanye penggalangan dana untuk membantu masyarakat.
Salah satunya adalah aksi “Ulang Tahun Vidi untuk Misbah” serta “Gerakan Warga Beri Oksigen untuk Pasien Covid-19!”.
Nah yang menjadi sorotan, berbagai kegiatan sosial ini tidak banyak dipublikasikan oleh Vidi kepada masyarakat luas.
Aksi kebaikan Vidi Aldiano ini menuai banyak pujian dari warganet.
Kepergian penyanyi Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026) meninggalkan kesan mendalam bagi pendakwah ternama, Habib Jafar.
Hadir dalam prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir, Habib Jafar memberikan kesaksian menyentuh mengenai sosok Vidi yang ia kenal sangat religius di balik perjuangannya melawan sakit.
Habib Jafar menyoroti waktu berpulangnya Vidi yang sangat istimewa dalam kalender Islam, yakni bertepatan dengan 17 Ramadhan atau malam Nuzulul Quran.
"Beliau kembali dalam keadaan terbaik karena di hari dan bulan terbaik, yaitu bulan suci Ramadan dan hari diturunkannya Al-Qur'an. Insyaallah beliau kembali kepada Allah bersama Al-Qur'an yang dibacanya," ungkap Habib Jafar di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026).
Selama beberapa tahun terakhir, Habib Jafar mengungkap bahwa Vidi sering berkomunikasi secara pribadi dengannya.
Bukan sekadar berbincang biasa, pelantun lagu "Nuansa Bening" itu ternyata sering melaporkan perkembangan ibadahnya dan bertanya soal agama di tengah rasa sakit yang diderita.
"Beliau selalu meng-update bagaimana ibadahnya, bacaan Al-Qur'annya kepada saya. Beliau secara langsung sering bertanya berbagai hal terkait dengan ibadah di tengah rasa sakitnya," kenang Habib Jafar.
Menurut Habib Jafar, perjuangan Vidi melawan kanker selama tujuh tahun terakhir merupakan salah satu bentuk penggugur dosa bagi almarhum.
Ia pun memuji sikap Vidi yang tidak pernah mengeluh dan tetap menebar kehangatan bagi siapa pun.
"Salah satu penggugur dosa itu adalah rasa sakit. Beliau selama 7 tahun mengalami itu secara ikhlas dan justru semakin dekat kepada Allah. Siapa yang tidak punya foto atau chat dengan Vidi yang nuansanya selalu tersenyum dan indah? Itu meyakinkan kami, sahabat kami berada dalam keadaan terbaik di sisi Allah," tambahnya.
Dalam tradisi Islam, kesaksian orang banyak menjadi salah satu pertanda husnul khotimah. Habib Jafar menegaskan betapa banyaknya rekan artis dan masyarakat yang bersaksi atas kebaikan Vidi.
"Pertanda kebaikan orang yang wafat adalah disaksikan oleh banyak orang. Setidaknya 40 orang saja bersaksi, insyaallah kata Nabi Muhammad, beliau menghuni surganya Allah. Dan di sini begitu banyak saksi untuk Vidi," pungkasnya.
Vidi Aldiano pertama kali mengejutkan publik pada Desember 2019 saat ia mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker ginjal stadium 3. Kanker tersebut menyerang ginjal bagian kirinya.
Tak lama setelah diagnosis, ia menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di sebuah rumah sakit di Singapura.
Pasca-operasi, Vidi sempat dinyatakan pulih namun harus menjalani gaya hidup dengan satu ginjal.
Pada akhir tahun 2023, Vidi secara terbuka membagikan kabar bahwa sel kankernya telah menyebar (metastasis) ke beberapa titik di tubuhnya. Sejak saat itu, ia harus menjalani perawatan rutin secara intensif.
Meski dalam kondisi sakit, Vidi dikenal sangat positif. Ia kerap menyebut sesi kemoterapinya dengan istilah "Spa Day" di media sosial sebagai bentuk semangat agar tetap optimis dalam menghadapi proses penyembuhan.
Hingga akhir hayatnya, Vidi dikenal sebagai sosok yang ceria dan terus berkarya di tengah perjuangannya melawan penyakit.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)
Sumber: Banjarmasin Post