Gunung Sampah Bantargebang Longsor: 4 Tewas, 5 Masih Tertimbun, Ratusan Tim SAR Dikerahkan
Hironimus Rama March 09, 2026 01:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI  - Bencana mengerikan melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi pada Minggu (8/3/2026).

Tumpukan gunung sampah di TPST milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tersebut dilaporkan longsor dan menimbun sejumlah kendaraan, warung, hingga memakan belasan korban jiwa.

Peristiwa nahas ini menggegerkan warga setempat dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran sejak akhir pekan lalu.

Truk Sampah Ditelan Longsoran

Insiden longsornya gunungan sampah di TPST Bantargebang ini terjadi dengan cepat, menyapu area aktivitas para pekerja dan warga di sekitarnya.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa material longsoran tidak hanya menimbun area jalan, tetapi juga mengubur sejumlah truk sampah yang sedang beroperasi dan warung-warung di sekitar lokasi kejadian.

"Masih banyak kendaraan truk sampah yang tertimbun dan warung di lokasi area," jelas Desiana pada Minggu (8/3/2026).

Update Korban: 4 Meninggal Dunia, 5 Dalam Pencarian

Hingga Senin (9/3/2026) pagi, tim gabungan mencatat total ada 13 orang yang menjadi korban keganasan longsor sampah Bantargebang. 

Dari jumlah tersebut, 4 orang selamat, 4 orang meninggal dunia dan 5 orang masih dalam proses pencarian.

Tiga identitas korban tewas yang sudah teridentifikasi adalah Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) selaku pemilik warung, serta Dedi Sutrisno yang merupakan sopir truk.

Satu jenazah lainnya adalah seorang sopir truk yang ditemukan tertimbun di dekat kendaraannya dan belum diketahui identitasnya.

"Jenazah korban tewas telah dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi," papar Desiana.

Sementara 5 orang yang masih hilang terdiri dari dua sopir truk sampah dan tiga orang pemulung yang diduga kuat masih tertimbun material longsor.

Proses Evakuasi Libatkan 336 Personel dan 15 Ekskavator 

Memasuki hari kedua pencarian pada Senin (9/3/2026) pukul 08.00 WIB, operasi penyelamatan terus diintensifkan.

Kasiops Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menemukan lima korban yang masih dinyatakan hilang.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 336 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkar, hingga Satpol PP dikerahkan ke titik nol longsor.

"Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat berjenis ekskavator milik DLH dengan jumlah lebih kurang 15 unit," tegas Rizkiansah di lokasi kejadian.

Medan yang tertutup tumpukan sampah tebal menjadi tantangan berat bagi tim SAR gabungan, namun upaya pencarian dipastikan akan terus dimaksimalkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.