Mengukur Kapasitas dan Pengaruh Mojtaba, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Pengganti Ali Khamenei
Saifullah March 10, 2026 02:03 AM

 

Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret 2026, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang syahid dalam serangan AS-Israel.

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran pada 8 Maret 2026, oleh Majelis Ahli, hanya sepekan setelah ayahnya, Ali Khamenei syahid dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Lahir di Mashhad pada 1969, Mojtaba selama ini dikenal sebagai sosok misterius yang jarang tampil di publik.

Namun putra kedua Ali Khamenei ini memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan, terutama melalui kedekatannya dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Penunjukan ini terjadi di tengah eskalasi konflik besar antara Iran melawan Amerika Serikat, dan Israel, sehingga menimbulkan sorotan internasional.

Meski tidak pernah memegang jabatan resmi, Mojtaba sudah lama dikaitkan dengan dinamika politik Iran. 

Sejak 1990-an, ia kerap terlihat bersama komandan IRGC pasca perang Iran-Irak.

Namanya mencuat pada Pemilu 2005, ketika disebut berperan dalam kemenangan Mahmoud Ahmadinejad.

Baca juga: Sosok Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Dikenal Misterius, Dekat dengan IRGC

Tuduhan campur tangan kembali muncul pada Pemilu 2009, saat gelombang protes "Gerakan Hijau" ditindas dengan keras.

Hal ini memperkuat citra Mojtaba sebagai tokoh garis keras yang beroperasi di balik layar, melanjutkan pola kepemimpinan ayahnya.

Reaksi Donald Trump

Secara internasional, penunjukan Mojtaba menuai kritik. 

Presiden AS, Donald Trump menyebutnya sebagai figur lemah yang tidak akan bertahan lama.

Sementara Menteri Pertahanan (Menhan) Israel menegaskan, bahwa penerus Ali Khamenei tetap menjadi target eliminasi.

Tapi di dalam negeri, Majelis Ahli menyerukan rakyat Iran untuk mendukung pemimpin baru demi menjaga persatuan nasional. Dukungan dari IRGC diyakini menjadi faktor utama yang memperkuat posisinya.

Selain pengaruh politik, Mojtaba juga dikaitkan dengan aset keuangan besar. 

Investigasi Bloomberg tahun 2026 mengungkap kepemilikan properti di London dan Dubai.

Serta keterlibatan bisnis di sektor pelayaran, perbankan, dan perhotelan melalui jaringan perusahaan perantara.

Meski media pemerintah menggambarkannya sebagai sosok sederhana, laporan tersebut menunjukkan adanya kekuatan finansial yang menopang pengaruhnya.

Masa kecil Mojtaba diwarnai oleh pendidikan di Sekolah Alavi dan Seminari Qom, serta pengalaman langsung di medan perang Iran-Irak pada usia 17 tahun. 

Baca juga: Garda Revolusi Iran Bersumpah Setia pada Mojtaba Khamenei, Siap Laksanakan Perintah Pemimpin Baru

Kedekatannya dengan para pejuang dan komandan yang kemudian menjadi tokoh intelijen dan keamanan Iran turut membentuk jaringan kuat yang mendukung karier politiknya.

Kini, pada usia 56 tahun, ia menduduki posisi tertinggi dalam sistem politik Iran, sebuah jabatan yang bahkan ayahnya sendiri tidak pernah membayangkan akan diwariskan kepadanya.

Dengan latar belakang misterius, jaringan militer yang kuat, serta kontroversi politik dan finansial, Mojtaba Khamenei menghadapi tantangan besar untuk membuktikan dirinya sebagai pemimpin tertinggi yang mampu menjaga stabilitas Iran di tengah tekanan internasional dan konflik regional. 

Bagaimana ia akan memimpin, masih menjadi pertanyaan besar bagi rakyat Iran dan dunia.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.