Dihantui Isu BBM Naik, Menkeu Purbaya Minta Publik Jangan Panik: APBN Kita Masih Cukup Kuat!
jonisetiawan March 10, 2026 05:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah memastikan belum ada rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan tajam akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. 

Lonjakan harga energi global memang memicu kekhawatiran berbagai pihak terhadap dampaknya bagi perekonomian dalam negeri, terutama terhadap beban anggaran negara.

Namun, hingga saat ini pemerintah menilai kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menahan tekanan tersebut. 

Baca juga: Ekonom Sebut Purbaya Terlalu Banyak Bluffing dan Obral Janji, Kepercayaan Pasar Merosot Tajam

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kebijakan subsidi BBM tetap dipertahankan dan belum ada keputusan untuk menaikkan harga di tingkat konsumen.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya usai melakukan inspeksi mendadak di Pasar Tanah Abang, Senin (9/3/2026).

APBN Dinilai Masih Mampu Menahan Gejolak Harga Energi

Purbaya menjelaskan, lonjakan harga minyak dunia memang menjadi perhatian pemerintah. Namun hingga kini level harga minyak global masih berada dalam kisaran yang dapat diantisipasi oleh asumsi yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan demikian, pemerintah menilai ruang fiskal masih cukup memadai untuk meredam dampak gejolak harga energi global terhadap kebijakan energi di dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian apabila dinamika pasar energi dunia berubah secara signifikan. Untuk itu, perkembangan harga minyak global akan terus dipantau secara berkala sebelum pemerintah mengambil keputusan lebih lanjut.

“Sekarang ekonomi masih ekspansi. Saya belum lihat ada gangguan dari aktivitas ekonomi dalam negeri gara-gara harga yang naik tinggi, tapi kan baru sebentar,” ujarnya.

ISU BBM NAIK - Menkeu Purbaya
ISU BBM NAIK - Menkeu Purbaya menegaskan pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga BBM bersubsidi meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan akibat konflik di Timur Tengah. (Kompas.com)

Purbaya juga mengingatkan agar berbagai pihak tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa harga minyak dunia akan terus berada pada level tinggi dalam waktu lama.

“Jangan cepat-cepat memastikan harga akan 100 dollar AS per barrel terus,” kata Purbaya.
“Bahkan ada yang bilang menuju 150 dollar AS per barrel dan anggaran kita tidak kuat. Kita akan assess terus dari waktu ke waktu.”

Menurut dia, pemerintah akan terus menyesuaikan perhitungan asumsi harga minyak dalam APBN dengan perkembangan terbaru yang terjadi di pasar energi global.

Baca juga: Ekonom Bongkar Borok Pengelolaan APBN Era Purbaya, Disiplin Fiskal Jebol, Ekonomi RI Mengkhawatirkan

Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak

Lonjakan harga minyak dunia tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Sejumlah negara produsen minyak utama di kawasan tersebut bahkan dilaporkan mulai mengurangi produksi, sehingga menambah tekanan pada pasar energi internasional.

Selain itu, kekhawatiran terhadap kemungkinan terganggunya jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz salah satu rute distribusi energi paling strategis di dunia turut mendorong harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2022.

Berdasarkan laporan pasar energi global, pada Senin (9/3/2026) pukul 08.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent crude oil untuk kontrak pengiriman Mei 2026 melonjak sebesar 18,35 dollar AS atau sekitar 19,8 persen. Harga tersebut mencapai 111,04 dollar AS per barrel, atau setara sekitar Rp 1,76 juta per barrel.

Lonjakan tajam ini menjadi salah satu faktor yang terus dicermati pemerintah, mengingat fluktuasi harga energi global berpotensi memengaruhi kebijakan subsidi dan stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.