TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan berarti kita harus merasa lemas dan tidak bertenaga.
Kuncinya terletak pada manajemen pola makan yang tepat antara waktu Maghrib hingga Imsak.
Dengan strategi yang benar, Anda bisa tetap produktif, menjaga berat badan ideal, bahkan melakukan detoksifikasi tubuh secara alami.
1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Sahur adalah 'bahan bakar' utama Anda untuk beraktivitas sepanjang hari.
Baca juga: Tips Mengajak Anak-anak Makan Sahur Tanpa Drama
2. Berbuka dengan Porsi yang Bertahap
Kesalahan umum saat Ramadan adalah "balas dendam" ketika azan Maghrib berkumandang.
Hal ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah mendadak dan perut kembung.
3. Perhatikan Aturan Hidrasi (2-4-2)
Dehidrasi adalah tantangan terbesar saat berpuasa.
Karena waktu minum terbatas, Anda perlu strategi khusus untuk mencukupi kebutuhan 2 liter air per hari:
Batasi konsumsi kafein (kopi/teh pekat) saat sahur karena bersifat diuretik yang memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan melalui urine.
4. Batasi Gula, Garam dan Lemak
Gorengan memang menggoda, namun terlalu banyak lemak trans dan garam akan membuat Anda cepat haus dan merasa mengantuk setelah makan.
5. Konsumsi Sayur dan Buah
Jangan lupakan asupan mikronutrien.
Sayuran hijau dan buah-buahan kaya akan air dan serat yang sangat penting untuk mencegah sembelit—masalah pencernaan yang sering muncul saat pola makan berubah di bulan puasa. (*)