TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Sejumlah paket pengadaan bagi pimpinan dewan DPRD Sumsel untuk di rumah dinasnya terungkap bahkan bikin melongo.
Nilai anggaran yang dialokasikan bisa dibilang fantastis.
Apalagi anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Usai viral merencanakan pengadaan dua meja biliar sebesar Rp 486,9 juta.
Kini muncul pengadaan mebel, lampu gantung hias hingga alat gym untuk rumah dinas para pimpinan DPRD Sumsel.
Sekretariat DPRD Sumsel merencanakan sejumlah paket pengadaan bagi pimpinan dewan untuk di rumah dinasnya, seperti:
Baca juga: Reaksi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie soal Pengadaan Meja Biliar Rp 486 Juta di Rumah Dinasnya
Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto, yang dikonfirmasi membenarkan data yang dilihat dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel.
"Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru SIRUP atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum," kata Hadiyanto.
Pengadaan sejumlah item itu merupakan kebutuhan penunjang wakil rakyat, namun jadi sorotan di tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi, sekali lagi, belum dilaksanakan," jelasnya.
Dari data SIRUP, terdapat juga alokasi rencana pengadaan. Terdapat nama paket yang telah dialokasikan melalui satuan kerja Sekretariat DPRD Sumsel yang bersumber dari APBD dengan metode pemilihan e-purchasing dengan waktu pemilihan awal 2026.
Di antaranya untuk pengadaan rumah dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel (Nopianto), mulai dari dua alat sound system masing-masing sebesar Rp 200 juta, pengadaan dua roller blind masing-masing Rp319 juta dan Rp315 juta.
Peruntukan anggaran lainnya yang rutin dikeluarkan setiap tahun, seperti belanja jasa tenaga kebersihan pada semester I sebesar Rp 1,7 miliar.
Kemudian, jasa tenaga pengemudi DPRD Sumsel semester I sebesar Rp 1 miliar. Jasa keamanan mencapai Rp 2,3 miliar.
Baca juga: Heboh Pengadaan Satu Ambulans Rp9 Miliar di Kutai Timur, Ini Fakta Sebenarnya
Selain itu, yang jadi sorotan adalah renovasi interior ruangan fraksi yang ada, mengingat renovasi ini sudah dilakukan sejak awal 2025 silam, namun hingga saat ini masih terus berjalan.
Dari tujuh ruangan fraksi yang ada, masih tersisa lima ruangan fraksi lagi yang akan menjalani renovasi interior ruangan fraksi, yaitu Fraksi PKB, PKS, PAN, Demokrat, dan Golkar yang masing-masing dianggarkan sebesar Rp1 miliar.
Ada juga pengadaan mebel bagi ruang Fraksi Demokrat DPRD Sumsel sebesar Rp2,4 miliar.
Sedangkan ruang Fraksi Nasdem dan Gerindra, renovasi sudah selesai dilakukan.
Sekretariat DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) merencanakan pengadaan dua meja biliar bagi pimpinan dewan untuk di rumah dinasnya.
Nilai anggaran yang dialokasikan cukup fantastis, mencapai Rp 486,9 juta, untuk alokasi dua meja biliar bagi pimpinan yang ada.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto, yang dikonfirmasi membenarkan data yang dilihat dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel.
Data itu merupakan hasil pembaruan (update) per 7 Maret 2026 pukul 01.47 WIB.
"Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru SIRUP atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum," kata Hadiyanto, Minggu (8/3/2026).
Pengadaan dua meja biliar itu jadi sorotan di tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat; itu disebut Hadiyanto merupakan kebutuhan penunjang wakil rakyat.
"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi, sekali lagi, belum dilaksanakan," jelasnya.
Dari data SIRUP, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, sebesar Rp151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, sebesar Rp335,9 juta. Totalnya mencapai Rp486,9 juta.
Ia menyebut rencana pengadaan meja biliar dan lain-lainnya masih akan dikoordinasikan dengan Bagian Umum. Sebab, kegiatan pengadaan di DPRD Sumsel dilaksanakan oleh bagian tersebut.
"Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut, coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumsel, H. Aprizal, mengungkapkan bahwa anggaran meja biliar itu adalah usulan pimpinan DPRD Sumsel yang sudah dibahas sebelumnya.
"Iya, itu usulan dari pimpinanlah, bukan dari Sekretariat," kata Aprizal, Minggu (8/3/2026).
Dijelaskan Aprizal, usulan pimpinan untuk meja biliar itu sendiri diakuinya cukup wajar karena Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, adalah Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Sumsel.
"Karena Ketua 'kan adalah Ketum biliar Sumsel, jadi wajar," ujarnya.
Meski telah diusulkan, Aprizal memastikan pengadaan meja biliar tersebut belum dilaksanakan hingga saat ini.
"Belum, karena permintaan mereka untuk dianggarkan belum dilaksanakan. Makanya baru dimasukkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) dan dilihat orang karena sudah e-katalog. Dan pastinya, ini semua usulan pimpinan masing-masing," paparnya.
Disinggung kenapa hanya dua dari empat pimpinan saja yang akan mendapatkan meja biliar di rumah dinas mereka, Aprizal sendiri belum mengetahui secara pasti dan akan mengecek terlebih dahulu.
"Ya, termasuk usulan pimpinan lainnya kita akan cek, karena informasi belum valid nian dan akan ditanya ke Bagian Umum dulu," tuturnya.
Ditambahkan Sekwan, ia pun tidak mengetahui secara pasti adanya perbedaan anggaran bagi dua pimpinan tersebut, di mana Wakil Ketua Ilyas Panji dikatakan lebih besar anggarannya dibanding yang diperuntukkan bagi Ketua Andie Dinialdie.
"Nah, itulah nanti aku cek dulu ke Bagian Umum, dan nanti akan saya kumpulkan hari ini. Sebab ini jadi pertanyaan, kenapa Pak Ilyas lebih mahal dibanding Ketua, maka akan saya cek dulu. Tetapi yang Wakil Ketua Pak Ilyas ini pastinya belum jelas termasuk harganya. Apa selain meja juga ada yang lainnya, dan akan saya cari informasinya," ujarnya.
Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Andie Dinialdie, memberikan penjelasan terkait sedang ramainya usulan pengadaan dua meja biliar untuk rumah dinas (rumdin) dua pimpinan DPRD Sumsel.
Seperti diketahui, sesuai data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026.
Alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel sebesar Rp151 juta, dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, sebesar Rp335,9 juta, yang totalnya Rp486,9 juta.
Menanggapi hal tersebut, Andie mengaku berterima kasih atas masukan dan saran dari rekan-rekan media dan masyarakat terkait pengadaan meja biliar di rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel.
"Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama, semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," katanya, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: DPRD Sumsel Anggarkan Rp 486 Juta untuk Dua Meja Biliar di Rumah Dinas Pimpinan
Andie, yang juga Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel ini mengatakan bahwa meja biliar ini nantinya sering digunakan untuk tempat alternatif bagi atlet biliar Sumsel berlatih.
Jadi, selain di tempat yang ada, bisa juga berlatih di rumah dinas.
Meski begitu, legislator Partai Golkar ini tetap memahami perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah.
Karena itu, setiap rencana pengadaan akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan prioritas kebutuhan.
"Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan. Terima kasih," ujarnya.