TRIBUNNEWS.COM - Pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, lagi-lagi mengalami nasib apes saat berlaga di turnamen BWF World Tour Super 1000.
Terbaru, Chia/Soh gagal mengukuhkan namanya sebagai juara All England 2026, Senin (9/3/2026) pagi WIB.
Dalam laga final All England 2026 yang bertempat di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Chia/Soh kalah dari wakil Korea Selatan selaku juara bertahan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dengan skor 21-18, 12-21, 19-21.
Kegagalan Chia/Soh dalam menjuarai All England 2026 membuat mereka gagal mengakhiri kutukan manusia silver yang melekat padanya.
Chia/Soh dijuluki manusia silver lantaran sering finis sebagai runner-up di ajang Super 1000.
Ganda putra ranking dua dunia itu pertama kali menginjak final Super 1000 di All England 2019. Kala itu Chia/Soh kalah dari pasangan Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dengan skor 11-21, 21-14, 12-21.
Baca juga: 2 Wakil Indonesia Mundur dari Swiss Open 2026: Isyana/Rinjani Cedera, Bobby/Melati Terkendala Teknis
Setelahnya, Chia/Soh menembus final Thailand Open 2020 yang saat itu berstatus Super 1000.
Lagi-lagi, Chia/Soh hanya mampu finis sebagai runner-up setelah kalah dari wakil Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-lin, dengan skor 13-21 dan 18-21.
Berikutnya, Chia/Soh keok di final Indonesia Open 2023, China Open 2023, All England 2024, China Open 2025, Malaysia Open 2026, dan yang terbaru All England 2026.
Praktis, tahun ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Chia/Soh gagal menjuarai All England.
Pada All England 2024 lalu, Chia/Soh gagal juara setelah digebuk wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dengan skor 16-21, 16-21.
Baca juga: Jadwal Swiss Open 2026 Hari ini: Ginting Mulai Kualifikasi, Raymond/Joaquin Lawan Wakil Taiwan
Thailand Open 2020
Kalah dari Lee Yang/Wang Chi-lin (Taiwan), 13-21 dan 18-21
All England 2019
Kalah dari Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia), 11-21, 21-14, 12-21
Belum bisa meraih gelar Super 1000 pertamanya, Chia/Soh tentu diselimuti rasa kecewa.
Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024 itu mengaku bingung kenapa keberuntungan tidak berpihak kepada mereka.
Namun, Chia/Soh tidak menyerah untuk bisa meraih gelar Super 1000 pertamanya.
Ganda putra yang telah berpasangan sejak 2015 tersebut menjadikan hasil final All England 2026 sebagai evaluasi.
"Kalah lagi adalah hal yang menyakitkan, namun kami belajar banyak. Kami kembali gagal meraih gelar Super 1000 pertama. Mungkin memang belum waktunya."
"Kami begitu dekat dengan tujuan kami, tapi waktu harus terus berjalan. Anggap saja jadi pengalaman. Semoga bisa membantu kami kelak di kesempatan berikutnya," pungkas Soh Wooi Yik.
(Tribunnews.com/Isnaini)