TRIBUNSUMSEL.COM -- Mengenal Ilyas Panji Alam, Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2024–2029 dari partai PDI Perjuangan.
Nama Ilyas terseret dalam polemik rencana anggaran pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan total anggaran mencapai Rp486,9 juta.
Sebelumnya, melalui data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukan Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialidie sebesar Rp151 juta, dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp335,9 juta, yang totalnya Rp486,9 juta.
Rencana pengadaan tersebut menuai sorotan publik karena muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Baca juga: Rekam Jejak Andie Dinialdie, Ketua DPRD Sumsel yang Viral di Tengah Rencana Pengadaan Meja Biliar
Ilyas Panji Alam dikenal sebagai politisi senior di Sumatera Selatan yang lahir pada 15 Juli 1966.
Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua III DPRD Provinsi Sumatera Selatan periode 2024–2029.
Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 10 Palembang sebelum memulai perjalanan politiknya di tingkat daerah.
Wak Yas sapaan akrabnya ini mengawali karir politiknya sejak menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), 2004 - 2014.
Ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Ogan Ilir sejak 17 Februari 2016 hingga 7 Agustus 2017.
Saat ini Ilyas Panji menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumsel periode 2024–2029.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Ilyas Panji Alam tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp9.532.334.190 atau Rp9,5 miliar per 9 April 2025.
Dari dokumen LHKPN, diketahui bahwa aset terbesar Ilyas berasal dari kepemilikan 62 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah di Ogan Komering Ilir dan Palembang dengan nilai mencapai Rp9 miliar.
Sebagian harta lainnya, dirincikan dari situs resmi elhkpn.kpk.go.id, Selasa (10/3/2026):
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 230.000.000
1. MOBIL, TOYOTA JEEP Tahun 1974, HASIL SENDIRI Rp.
60.000.000
2. MOBIL, TOYOTA AGYA 1.0 G Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 70.000.000
3. MOBIL, TOYOTA AVANZA 1.5 VELOZ Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 60.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 223.849.230
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 9.532.334.190
III. HUTANG Rp. ----
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 9.532.334.190
Sebelumnya yang menjadi sorotan, Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026, alokasi rencana pengadaan meja biliar diperuntukan Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp151 juta, dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp335,9 juta, yang totalnya Rp486,9 juta.
Tak hanya meja biliar, anggaran ini juga menyasar berbagai kebutuhan interior dan gaya hidup di kediaman dinas para Wakil DPRD Sumsel.
Rumah Dinas Wakil Ketua I (Raden Gempita): Mewah dengan Lampu Kristal
Fasilitas untuk kediaman Wakil Ketua I, Raden Gempita, mencatatkan angka pengadaan yang mencolok pada sektor interior:
Rumah Dinas Wakil Ketua III (Ilyas Panji Alam): Pusat Kebugaran & Teknologi
Tak kalah fantastis, rumah dinas Wakil Ketua III, Ilyas Panji Alam, dilengkapi dengan fasilitas kebugaran dan perangkat pendukung kenyamanan tingkat tinggi:
Dari data SIRUP, terdapat juga alokasi rencana pengadaan. Terdapat nama paket yang telah dialokasikan melalui satuan kerja Sekretariat DPRD Sumsel yang bersumber dari APBD dengan metode pemilihan e-purchasing dengan waktu pemilihan awal 2026, di antaranya:
Pengadaan Rumah Dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel (Nopianto)
Melanjutkan renovasi yang telah dimulai sejak awal 2025, terdapat alokasi besar untuk estetika ruang fraksi:
Anggaran Operasional Rutin (Semester I - 2026)
Biaya jasa tenaga kontrak untuk pemeliharaan dan keamanan di lingkungan DPRD:
Nilai anggaran yang dialokasikan tidak bisa dibilang kecil untuk setiap paket, apalagi anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Seluruh item di atas masih berstatus Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) di e-katalog LKPP dan belum dieksekusi per Maret 2026.
Hal itu dikonfirmasi Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto.
"Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru SIRUP atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum," kata Hadiyanto.
Anggaran ini menjadi sorotan karena muncul di tengah kebijakan efisiensi akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pusat.
"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi, sekali lagi, belum dilaksanakan," jelasnya.
Seperti diketahui, Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialidie buka suara dan berterima kasih atas masukan serta saran dari rekan-rekan media dan masyarakat, terkait pengadaan meja biliar di Rumah Dinas Pimpinan DPRD Sumsel.
"Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," katanya, Minggu (8/3/2026).
Baca juga: Daftar Lengkap Anggaran Fasilitas DPRD Sumsel : Meja Biliar Hingga Lampu Hias Telan Miliaran Rupiah
Andie yang juga Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel ini mengatakan, bahwa meja biliar ini nantinya sering digunakan untuk tempat alternatif bagi atlet biliar Sumsel berlatih.
Jadi selain di tempat yang ada, bisa juga berlatih di rumah dinas.
Meski begitu, Legislator Partai Golkar ini tetap memahami perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah.
Karena itu, setiap rencana pengadaan akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan prioritas kebutuhan
"Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan, terima kasih," tukasnya.
Sebelumnya Sekretariat DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) merencanakan pengadaan dua meja biliar, bagi pimpinan dewan untuk di rumah dinasnya.
Nilai anggaran yang dialokasikan cukup fantastis, mencapai Rp 486,9 Juta, untuk alokasi dua meja biliar bagi pimpinan yang ada.
Kepala Bagia Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto yang dikonfirmasi membenarkan data yang dilihat dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel.
Data itu merupakan hasil update per 7 Maret 2026, pukul 01.47 WIB.
"Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru Sirup atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum," kata Hadiyanto, Minggu (8/3/2026).
Pengadaan dua meja biliard itu jadi sorotan, di tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat itu, disebut Hadiyanto merupakan kebutuhan penunjang wakil rakyat.
"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi sekali lagi belum dilaksanakan," jelasnya.
Dari data SIRUP, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta. Totalnya mencapai Rp 486,9 juta
Ia menyebut, rencana pengadaan meja biliar dan lain-lainnya, masih akan dikoordinasikan dengan bagian umum. Sebab, kegiatan pengadaan di DPRD Sumsel dilaksanakan oleh bagian tersebut.
"Nah, kalau untuk kegiatan-kegiatan (pengadaan) tersebut coba aku nanti koordinasi dengan Kabag Umum," pungkasnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com