Indonesia Tidak Memihak Iran, Prabowo Pilih Lindungi Kepentingan Nasional daripada Ikut Perang
jonisetiawan March 10, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik mengenai konflik yang sedang berkecamuk di kawasan Timur Tengah. Dalam pidatonya, ia mengakui bahwa perang tersebut berpotensi membawa dampak yang tidak kecil bagi Indonesia, termasuk dalam bidang ekonomi dan stabilitas harga komoditas.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia secara daring dari kediamannya di Hambalang pada Senin (9/3/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo secara jujur menyampaikan bahwa Indonesia kemungkinan akan menghadapi tantangan akibat situasi global yang memanas.

"Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan.

Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan," ujar Prabowo.

Baca juga: Aliansi Mahasiswa UI Ultimatum 3x24 Jam ke Prabowo: Keluar dari BoP atau Hadapi Murka Rakyat!

Pemerintah Siapkan Penjelasan Lebih Lanjut kepada Publik

Meski mengakui adanya potensi kesulitan, Prabowo tetap menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk menghadapi situasi tersebut.

Ia bahkan berencana memberikan penjelasan yang lebih lengkap kepada masyarakat mengenai dampak perang terhadap kondisi nasional dalam waktu dekat.

"Kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar. Tapi juga saya harus jujur kepada seluruh rakyat, dan saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat," ujar Prabowo.

Langkah ini disebut sebagai bentuk keterbukaan pemerintah dalam menyampaikan kondisi global yang berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional.

PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto
PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto menyatakan perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah tetap akan berdampak pada Indonesia, meskipun letak geografisnya jauh dari wilayah konflik. (YouTube Sekretariat Presiden)

Kenaikan Harga Pangan Jadi Ancaman

Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan dari konflik internasional adalah lonjakan harga energi yang kemudian memicu kenaikan harga pangan. Prabowo menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dunia dapat memberikan efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal penting untuk menghadapi kondisi tersebut, yakni hampir tercapainya swasembada pangan.

"Yang bertahun-tahun saya perjuangkan, swasembada pangan. Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai swasembada pangan," ujar Prabowo.

Menurutnya, Indonesia bahkan telah mencapai swasembada beras, yang merupakan makanan pokok utama masyarakat.

Baca juga: Prabowo Yakin Indonesia Segera Merdeka dari Impor BBM, Ubah Sawit dan Singkong Jadi Bahan Bakar

Target Kemandirian Energi Nasional

Selain menyinggung ketahanan pangan, Prabowo juga kembali menegaskan visinya mengenai kemandirian energi nasional. Ia optimistis Indonesia suatu saat tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak dari luar negeri.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi bahan bakar dari sumber daya domestik, termasuk berbagai komoditas pertanian.

"Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Dan kita memiliki karunia besar dari Yang Maha Kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu," ujar Prabowo.

Indonesia Tegaskan Sikap Bebas Aktif

Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan kembali posisi Indonesia dalam menghadapi konflik internasional. Ia menyatakan bahwa Indonesia tetap berada pada jalur diplomasi bebas aktif dan tidak memihak blok kekuatan mana pun.

Menurutnya, sikap ini merupakan prinsip penting dalam politik luar negeri Indonesia, terutama di tengah meningkatnya ketegangan global.

"Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain. Bangsa kita negara kita berada dalam jalur yang sudah benar, kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, non blok," kata Prabowo.

Baca juga: Anies Desak Prabowo Segera Keluar dari BoP Bentukan Trump: Kita Bukan Negara Anti-Perdamaian

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin bergabung dengan blok kekuatan tertentu dan tetap menghormati semua negara di dunia.

"Kita tidak ingin ikut blok manapun, kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia. Bhineka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita hormati semua bangsa," imbuhnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga posisi netral di tengah konflik global yang semakin kompleks.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.