Menteri PU Tinjau SPAM Lampahan, Air Bersih Kembali Mengalir untuk 3.000 KK
Budi Fatria March 10, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Bener Meriah

Tribungayo.com, REDELONG - Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, meninjau langsung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Senin (9/3/2026).

SPAM tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. 

Setelah dilakukan perbaikan, fasilitas penyediaan air bersih itu kini kembali berfungsi dan sudah mengalirkan air kepada sekitar 3.000 kepala keluarga.

Dalam kunjungan itu, Menteri PU melihat langsung kondisi sumber air di sungai yang menjadi intake SPAM. 

Di lokasi tersebut tampak bak penampungan berukuran besar serta jaringan pipa yang mengalirkan air yang terlihat jernih.

Menurut Dody, perbaikan SPAM Lampahan dilakukan oleh Waskita Karya dengan sejumlah pekerjaan teknis pascabencana, antara lain pembersihan jalan dan jembatan dari material batu serta kayu bekas longsoran.

Baca juga: Bupati Bener Meriah Mengaku Siap Ganti Lahan Warga Terdampak Sinkhole di Pondok Balik

Selain itu juga dilakukan pembangunan bendung dari material batu longsoran di sekitar lokasi intake serta normalisasi saluran pengarah air.

“SPAM ini sudah fungsional kembali, hampir untuk 3.000 keluarga. Kita juga akan menambah instalasi pengolahan air agar semua air yang disalurkan ke rumah tangga terlebih dahulu melalui proses pengolahan,” kata Dody kepada wartawan, Senin (9/3/2029).

Pemerintah akan Menambah Instalasi Pengolahan Air 

Ia menjelaskan, SPAM Lampahan memiliki kapasitas total sebesar 30 liter per detik yang terdiri dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 20 liter per detik serta sistem non-IPA berkapasitas 10 liter per detik.

Ke depan, pemerintah berencana membangun tambahan IPA berkapasitas 20 liter per detik untuk menggantikan sistem non-IPA yang saat ini beroperasi, karena dinilai belum memenuhi standar teknis penyediaan air minum.

“Sepuluh liter per detik yang selama ini non-pengolahan kita harapkan tetap diolah. Jadi nanti seluruh air yang mengalir ke masyarakat sudah melalui proses pengolahan terlebih dahulu,” ujarnya.

Dody menambahkan, air dari SPAM tersebut tidak langsung dialirkan ke rumah warga, melainkan akan melalui proses pengolahan untuk memastikan kualitasnya aman dari bakteri, termasuk bakteri E. coli yang umumnya terdapat pada sistem air terbuka.

Selain melayani permukiman warga, air dari SPAM Lampahan juga telah dialirkan ke sejumlah hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

Meski sistemnya telah kembali berfungsi, Kementerian PU masih akan terus melakukan pengembangan agar kapasitas layanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di kawasan tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.